Jumat, 08 Februari 2013

Trick Bypass Telkom Content Filtering TANPA Proxy ataupun Tools

Terkadang saat kita sedang asyik-asyikanya bersurfing di dunia maya dan tiba-tiba kita membuka sebuah situs tertentu dan muncul tulisan "Situs yang anda akses termasuk dalam situs yang tidak boleh diakses melalui jaringan ini karena terindikasi mengandung salah satu unsur berikut, Pornografi, Judi, Phising, Malware, SARA, Proxy". Padahal informasi yang dimuat dalam web tersebut sangat penting hingga kita terkadang bingung dan bertanya-tanya dalam benak bagaimana caranya membuka situs yang diblokir Telkom? Memang ada begitu banyak cara tersebar di dunia maya, namun dari beberapa cara yang beredar di situs-situs ataupun blog terkadang tidak berhasil dilakukan. Mengapa cara lolos dari telkom content filtering sangat sukar kita lakukan? Mungkin saja provider sudah bisa mengatasi celah dengan trik menggunakan proxy dan pengaturan DNS adalah cara efektif untuk membuka situs yang diblokir, namun nampaknya sudah tidak berhasil lagi, Mengapa? Karena pihak Menkominfo telah memutuskan untuk melakukan filter terhadap situs-situs yang ada di dunia.

Pemerintah nampaknya berusaha melakukan filter pada beberapa jalur utama internet yang masuk ke Indonesia (backbone). Namun karena situs-situs yang diblokir masih bisa dibuka dengan menggunakan proxy dan DNS pihak ketiga yang netral, menunjukkan bahwa pemfilteran dalam backbone yang masuk ke Indonesia belumlah terjadi. Pemerintah berusaha untuk menggunakan metode sosialisasi pemfilteran jaringan internet dengan memaksa ISP-ISP untuk menggunakan DNS Nawala yang sudah menerapkan pemblokiran terhadap beberapa situs tertentu yang dianggap mengandung content SARA dan pornografi. Namun tentu saja pemblokiran yang dilakukan itu mengundang banyak pertanyaan, sebersih apakah motivasi para pemegang kekuasaan IT tersebut? Apakah demi kepentingan umum yang berwawasan Pancasila dan berlandaskan UUD 1945, ataukah semata-mata dipakai untuk menjadi corong politik dan kepentingan yang “direstui” pemerintah.

Dan contoh jelas bisa kita lihat di negara-negara muslim, seperti Mesir dan Iran, dan juga negara tirai bambu China, pemfilteran dan pemblokiran internet adalah metode yang dipakai untuk menghalangi kebebasan berpolitik dan beragama masyarakat. Jika ditanya apakah maksud pemfilteran baik, saya rasa pasti ada maksud baik di dalamnya, namun jika ditanya, apakah baik semuanya, nampaknya belum tentu. Pornografi baik untuk difilter karena bisa merusak moral siapapun yang mengkonsumsinya. Celakanya, situs-situs yang kritis juga menjadi sasaran buta dengan melabeli situs pornografi. Teknik yang dipakai oleh pemerintah untuk melakukan pemfilteran dan pemblokiran terhadap akses situs-situs yang tidak disukai itu dengan memaksakan penggunaan DNS Nawala yang dibuat oleh pemerintah. Nah penulis akan memaparkan bagaimana cara membypass telkom content filtering ini.

Pertama-tama kita buka website yang diblokir oleh telkom content filtering, misalnya : filestube.com (Website pengcrawl beragam file dari layanan file hosting). Biasanya penulis mencari full software menggunakan jasa website ini. Sesudah kita akses websitenya maka akan muncul tampilan seperti ini :



Dari gambar di atas menunjukkan bahwa website tersebut diblokir dengan alasan : Pornografi, Judi, Phising, Malware, SARA, Proxy, padahal jelas-jelas website ini tidak melakukan tindakan-tindakan merugikan tersebut. Untuk membypassnya sangatlah mudah, bukalah google.co.uk ketikkan site:filestube.com. Akan muncul beberapa hasil pencarian, pilihlah yang software.filestube.com, maka kita akan berhasil mengakses filestube.com dan dapat memulai pencarian-pencarian files/software di jagat maya tanpa diblokir oleh telkom content filtering



Cara yang sederhana ini bisa juga dilakukan untuk website-website yang lainnya, tanpa harus mengutak-atik DNS, menggunakan Proxy, menggunakan Web Proxy, menggunakan VPN/Tunneling, dan sebagainya. Sekian dan semoga berguna.

Mempercantik tampilan Blog, Web dan Forum dengan efek hujan salju


Gara-gara tadi melihat berita di televisi mengenai hujan salju, penulis jadi terinspirasi untuk mempercantik Forum yang penulis kelola dengan menambah efek hujan salju pada Forum ngobas.com :) Penulis sendiri juga belum pernah menikmati sensasi nyata dari hujan salju yang alamiah tersebut, maklumlah di negara tempat tinggal penulis, tidak memiliki musim salju. Padahal di beberapa negara dan di negara tetangga lain, pada bulan Desember atau akhir tahun ini sudah mulai menikmati salju-salju yang turun dari cakrawala 8) Sayangnya di Indonesia, salju tersebut hanya berada di Pegunungan Jayawijaya :P Ya apa boleh buat, mungkin jika kita tidak bisa menikmati salju yang turun dari cakrawala, kita bisa menikmati salju yang turun dari layar kaca :D Hehehe... Oke penulis akan membagi trick mempercantik tampilan Blog, Web, Forum ataupun media Online lainnya (yang dapat dikustomisasi HTML dan CSS nya).


Yang harus dipersiapkan adalah Hostingan, bisa yang Free ataupun yang berbayar. Penulis menggunakan Hosting gratisan dari 000a.biz, nah Hosting ini digunakan untuk menyimpan File JavaScript yang nantinya dapat dipanggil dan dieksekusi untuk menampilkan salju pada Web atau Blog yang kita kelola :D Langsung saja pembaca Copy Paste koding Java Script dari Hostingan milik penulis pajalah.000a.biz/snow.js kemudian Upload ulang ke Hostingan milik pembaca :) Tapi jika pembaca malas, bisa tetap pakai pajalah.000a.biz/snow.js saja :o Nah selanjutnya pembaca Copy Script yang ada pada link ini pastebin.com/0Ci6Eg0d kemudian Paste ke tempat Editor HTML pada Web atau Blog ataupun Forum, jangan lupa ganti pajalah.000a.biz/snow.js nya dengan URL Hostingan milik pembaca (jika ingin Nngehosting File Javascriptnya di Hosting pribadi). Untuk implementasinya penulis praktikan pada Blogspot, nah pembaca buka bagian Edit HTML pada Menu Template. Kemudian Pastekan Script yang tadi ke bagian setelah Tag Body, agar lebih jelas perhatikan gambar berikut :





Setelah di Paste tinggal klik Simpan template. Jika berhasil maka Blog milik pembaca akan menampilkan efek hujan salju atau snow flakes. Penulis mengimplementasikan efek hujan salju ini pada Forum ngobas.com (silahkan dilihat sendiri). Oke sekian dari penulis, selamat menikmati hujan salju ya :)

Hapus Trojan.Agent.VB.BWB alias Win32/Pronny.AZ Malware yang menyamar sebagai Video Porno


Video Porno ataupun sesuatu hal yang berkonten porno memang digeluti oleh manusia, karena semua manusia pada dasarnya memiliki hawa nafsu. Oleh sebab itu pembuat Malware memanfaatkan sisi sosial berupa kelemahan manusia atau biasa disebut dengan Social Engineering dengan menyamarkan File Malware dengan Icon File Windows Media Player (Video). Malware yang dikenal sebagai Trojan.Agent.VB.BWB (penamaan dari BitDefender) alias Win32/Pronny.AZ (penamaan dari NOD32) ini disinyalir dapat merekam semua aktivitas pada perangkat serta dapat berkomunikasi dengan Host yang sudah dipersiapkan oleh pembuat Malware ini. Tentunya hal ini dapat meresahkan bagi para pengguna perangkat yang terinfeksi oleh Malware ini, tidak mudah juga untuk menendang Malware ini yang bersarang pada perangkat yang sudah terinfeksi olehnya. Bahkan diketahui Malware ini memiliki beberapa Varian, pada Varian lain teknik Social Engineering menggunakan penyamaran Icon sebagai Folder. Namun 13 dari 46 Software Anti-Virus terkemuka dapat mendeteksi dan menghalau tingkah polah yang dilancarkan oleh Malware ini, apa sajakah produk Anti-Virus dunia yang dapat mendeteksinya?



AVG : SHeur4.AHMD
VBA32 : SScope.Trojan.VB.Onechki
BitDefender : Trojan.Agent.VB.BWB
F-Secure : Trojan.Agent.VB.BWB
GData : Trojan.Agent.VB.BWB
ViRobot : Trojan.Win32.A.VBKrypt.245760.DA
Rising : Trojan.Win32.FakeIcon.aj
TheHacker : Trojan/Pronny.az
nProtect : Trojan/W32.Agent.245760.AAK
Norman : W32/VBKrypt.KKR
NOD32 : Win32/Pronny.AZ
Microsoft : Worm:Win32/Vobfus.FV
TrendMicro : WORM_VOBFUS.SM15

Ruang Lingkup CRM

Pengertian CRM :
CRM (Customer Relationship Management) merupakan Sebuah sistem informasi yang terintegrasi yang digunakan untuk merencanakan, menjadwalkan, dan mengendalikan aktivitas-aktivitas pra-penjualan dan pasca penjualan dalam sebuah organisasi. CRM melingkupi semua aspek yang berhubungan dengan calon pelanggan dan pelanggan saat ini, termasuk di dalamnya adalah pusat panggilan (call center), pelayanan konsumen (customer service), tenaga penjualan (sales force), pemasaran, dukungan teknis (technical support) dan layanan lapangan (field service).


Implementasi CRM :
PT Bakrie Telecom, Tbk, menargetkan 100.000 pelanggan baru pada tenggang waktu hingga Juni tahun ini. Langkah tersebut diharapkan dapat tercapai lewat program kerja sama yang dilakukan dengan maskapai penerbangan Sriwijaya Air.



Contoh aktivas CRM :
Aktivitas CRM yang terdapat pada program ini adalah melakukan suatu bentuk kerjasama dengan Sriwijaya Air yaitu menerbitkan vouhcer talktime edisi khusus diskon 20% tiket penerbangan Sriwijaya Air. Konsumen dapat melakukan registrasi terlebih dahulu ke nomor 3910. Diskon untuk pengisian voucer isi ulang dengan nominal Rp 50-Rp 150.000 terdapat dalam jumlah yang terbatas (limited edition). Sehingga ditafsir akan terjadi peningkatan revenue yang lebih besar, yakni sebesar 15-20%. Disamping itu akan terjadi peningkatan pelanggan baru sebanyak 100.000 dengan 33 rute penerbangan termasuk ke Singapura sampai batas akhir bulan Juni (sesuai dengan target perusahaan).


Mengenai program voucher talktime ini berhubungan dengan tujuan CRM yaitu:
1. Meningkatkan hubungan antara perusahaan dengan pelanggan yang sudah ada untuk meningkatkan revenue perusahaan. Menyediakan informasi yang lengkap mengenai pelanggan untuk memaksimalkan jalinan hubungan pelangan dengan perusahan melalui penjualan secara up-selling dan cross-selling, dengan demikian pada saat yang bersamaan dapat meningkatkan keuntungan dengan cara mengidentifikasikan, menarik serta mempertahankan pelanggan yang paling memberikan nilai tambah bagi perusahaan.
2. Menggunakan informasi yang terintegrasi untuk menghasilkan pelayanan yang paling memuaskan dengan memanfaatkan informasi pelanggan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan sehingga dapat menghemat waktu pelanggan dan mengurangi frustasi.
3. Menghasilkan konsistensi dalam prosedur dan proses saluran jawaban kepada pelanggan.


Perangkat Lunak :
CRM tidak harus merupakan sebuah software atau aplikasi. Software atau aplikasi CRM hanyalah tool atau alat bantu dalam melakukan aktifitas-aktifitas. Karena kalau jumlah data pelanggan sangat banyak tentulah tidak efisien jika masih dilakukan secara manual. Dalam artikel ini perusahaan Sriwijaya Air menggunakan strategi menerbitkan voucher talktime edisi khusus diskon 20% tiket penerbangan Sriwijaya Air. Konsumen melakukan registrasi terlebih dahulu ke nomor 3910. Diskon ini berlaku untuk pengisian voucher isi ulang dengan nominal Rp 50.000 - Rp 150.000 peningkatan revenue yang lebih besar, yakni sebesar 15-20% dan voucher ini termasuk dalam aplikasi Sales Force Automation (SFA) dan Marketing Automation (MA) yang akan membentuk CRM dalam perusahaan Sriwijaya Air.


Kesimpulan :
Dengan begitu, program voucher talktime ini sesuai dengan tujuan CRM dan dapat menarik pelanggan hingga target yang ditentukan oleh perusahaan.

Kasus Supply Chain Management : Penerapan Supply Chain Management Pada Perusahaan Carrefour


Supply Chain Management adalah suatu konsep atau mekanisme untuk meningkatkan produktivitas total perusahaan dalam rantai suplai melalui optimalisasi waktu, lokasi dan aliran kuantitas bahan. Manufakturing, dalam penerapan SCM, perusahaan-perusahaan diharuskan mampu memenuhi kepuasan pelanggan, mengembangkan produk tepat waktu, mengeluarkan biaya yang rendah dalam bidang persediaan dan penyerahaan produk, mengelola industri secara cermat dan fleksibel. Sekarang ini konsumen semakin kritis, mereka menuntut penyediaan produk secara tepat tempat, tepat waktu. Sehingga menyebabkan perusahaan manufaktur yang antipasif akan hal ini akan mendapatkan pelanggan sedangkan yang tidak antipasif akan kehilangan pelanggan. Supply Chain Management menjadi satu solusi terbaik untuk memperbaiki tingkat produktivitas antara perusahaa-perusahaan yang berbeda.



Guna memberi jaminan ketersediaan berbagai produk bagi ribuan pelanggannya setiap hari, serta menciptakan efisiensi bagi dirinya dan para pemasok, Carrefour membenahi sistem rantai pasokannya. Bagaimana sistem SCM baru ini bekerja?
Seorang ibu yang sedang berbelanja di sebuah supermarket tampak bersungut-sungut, karena beberapa produk yang dicari tidak tersedia. “Maaf, Bu, barangnya sedang kosong. Stoknya habis,” kata seorang SPG.


Barang tak tersedia memang kerap terjadi di gerai modern. Kalau pun ada, biasanya harga barang itu melonjak mengikuti tingginya permintaan. Apa penyebabnya? Salah satunya karena rantai pasokan (supply chain) ada yang terganggu. Bisa saja, barang yang dipasok telat dikirim. Atau, bisa jadi pemasok tidak mampu memenuhi service level yang disepakati dengan peritel. Misalnya, semula disepakati supplier bisa memasok 100 unit barang ke peritel setiap minggunya, tapi kenyataannya hanya sanggup memasok 50 unit. “Di Carrefour, barang tidak ada atau langka sudah tidak pernah terjadi lagi. Seperti yang dikatakan oleh Direktur Corporate Affairs PT Carrefour Indonesia, “jaminan pasokannya selalu ada”.


Menurut Direktur Corporate Affairs PT Carrefour Indonesia, sistem rantai pasokan memang memegang peran penting dalam industri ritel. Terlebih bagi peritel besar sekelas Carrefour, yang memiliki 75 gerai dengan lokasi tersebar di berbagai tempat (30 gerai Carrefour di bawah PT Carrefour Indonesia dan 45 gerai Carrefour Express di bawah PT Alfa Retailindo Tbk.) dan bekerja sama dengan lebih dari 4 ribu pemasok. Tanpa adanya rantai pasokan yang efisien, mengelola magnitude sebesar itu, sudah tidak mungkin. Jadi dengan adanya rantai pasokan yang efisien, maka jaminan pasokan barang selalu ada dan harga untuk konsumen akan selalu terkelola dengan baik.


Seperti apa sistem supply chain management (SCM) yang dikembangkan Carrefour? Menurut Manajer Logistik Senior Carrefour, SCM sebenarnya sudah dikembangkan di perusahaannya sejak lama ketika Carrefour baru memiliki beberapa gerai. Ketika itu, SCM yang dikembangkan masih sangat sederhana. Fungsinya hanya untuk membantu proses penerimaan barang di gerai. Selain itu, fokusnya masih pada barang pangan siap saji. “Kami mulai serius mengembangkan SCM ini sejak Juli 2007. Kami investasi di bidang teknologi informasi (TI) untuk mengembangkan model rantai pasokan yang berbeda, sehingga memudahkan pemasok dan gerai,”


Untuk tujuan itu, dibeli sebuah aplikasi ternama khusus untuk rantai pasokan dan sekaligus mampu menjalankan warehouse management system, yakni InfoLog. Dengan InfoLog, semua proses dalam rantai pasokan bisa diintegrasikan. Selain itu, sistem ini memudahkan kolaborasi Carrefour dengan para pemasok – walaupun diakui Irawan, belum semua pemasok terintegrasi. “Saat ini fokus kami pada efisiensi yang bisa diberikan, sehingga bisa dinikmati oleh pelanggan berupa keberadaan produk berkualitas dengan harga yang kompetitif,”


Rantai pasokan yang dibangun Carrefour ini berdasarkan perhitungan tingkat optimasi dari pabrik atau pemasok sampai ke rak (shelf) gerai. Hal ini membutuhkan analisis dari setiap jenis produk dan supply chain pemasok. Metode yang dipakai Carrefour untuk SCM ini dengan menerapkan proses just-in-time (JIT) di pusat distribusi (Distribution Center/DC), yang disebut Cross Dock. Tujuannya untuk mengefisienkan proses sehingga tidak diperlukan adanya stok di pusat distribusi. Jadi ketika pemasok mengirim barang hari ini ke DC Carrefour di Pondok Ungu dan Lebak Bulus, maka keesokan harinya barang itu sudah terkirim ke gerai-gerai. Singkatnya, metode Cross Dock memungkinkan prosesnya lebih transparan dalam distribusi produk karena tidak ada produk yang terdegradasi (tertinggal) di gudang. “Pada dasarnya fungsi DC untuk meredistribusi produk, bukan untuk menyimpan produk. Jadi melalui Cross Dock Carrefour mengembalikan DC ini ke fungsi sebenarnya,”


Keunikan cara tersebut – dibanding bila pemasok mengirimkan langsung – bahwa produk-produk tadi sudah dikonsolidasi ketika dikirim ke gerai. Misalnya, bila biasanya sebuah gerai menerima 30 truk yang berbeda, kini cukup menerima 5 truk saja. Pasalnya, para pemasok bisa mengirimkan ke DC Carrefour. Selanjutnya, barang dari berbagai pemasok itu akan dipilah-pilah sesuai dengan permintaan gerai. Sebagai contoh, kini sebuah truk yang datang ke gerai Carrefour Ratu Plaza, hanya perlu membawa produk-produk yang dibutuhkan khusus oleh gerai itu.


Direktur Corporate Affairs PT Carrefour Indonesia menjelaskan, rantai pasokan yang dikembangkan Carrefour ini bukan hanya berdasarkan proses pergerakan fisik produk, melainkan memperhatikan pula aliran informasi. Selain itu juga mempertimbangkan penyederhanaan dokumentasi untuk penagihan dari pemasok dan pembayaran oleh Carrefour. Tentunya keberhasilan rantai pasokan di peritel sangat ditentukan oleh aliran informasi dari gerai sampai ke pemasok, dan sebaliknya, disertai sinkronisasi data kedua pihak. “Carrefour membangun rantai pasokan dengan mengandalkan dukungan pemasok terhadap efisiensi yang diciptakan dalam rantai pasokan ini,”


Untuk kebutuhan dalam proses aliran order, Carrefour mengembangkan Central Order Pool (COP), di mana proses pengorderan dilakukan secara otomatis dan terpusat berdasarkan posisi stok di gerai dan parameter-parameter lain. Untuk melakukan pemesanan barang dengan seluruh pemasok, Carrefour menggunakan sistem Electronic Data Interchange (EDI). Jika order sudah diterima, pemasok bisa menerimanya melalui Web. Ada pula pemasok yang sudah mengintegrasikannya dengan sistem ERP mereka. Selanjutnya, mereka menyampaikan (submit) order itu ke pabriknya, lalu barang pun dikirim ke DC Carrefour.


Mengingat kunci sukses atau tulang punggung proses order tersentralisasi adalah akurasi data stok di gerai dan pusat distribusi Carrefour, pihak Carrefour menerapkan proses cycle count (alias penghitungan stok menggunakan sampling setiap hari). Dengan begitu, akurasi data di pusat distribusi diklaim hampir selalu 100%, walaupun mengelola puluhan ribu jenis produk.


Rantai pasokan yang tersentralisasi itu memberi beberapa keuntungan, baik bagi Carrefour maupun pemasok. Bagi Carrefour, keuntungan utamanya perbaikan ketersediaan produk di gerai. Hal itu sebenarnya juga merupakan keuntungan bagi pemasok, karena menghilangkan lost of sales yang diakibatkan produk tidak tersedia. Keuntungan lain bagi pemasok adalah proses yang lebih sederhana, karena hanya memproses satu order. Pemasok juga hanya perlu mengirim produk ke satu titik, sehingga lebih menghemat biaya dibanding mengirim produk ke seluruh gerai. Pemasok pun akan merasakan penghematan biaya pengiriman, ketersediaan produk yang lebih terjamin, dan terjaganya kinerja pemasok di Carrefour dalam hal service level.


Tingkat partisipasi para pemasok untuk bergabung dengan sistem DC masih kurang. Padahal, service level para pemasok itu masih di bawah ekspektasi Carrefour. Saat ini, rata-rata pemasok yang mengantar langsung ke gerai Carrefour memiliki service level 50%. Misalnya, kalau pihak Carrefour memesan 100 unit, mereka hanya mampu memasok 50 unit. Sementara pemasok yang sudah menggunakan jasa logistik, service level-nya sudah 70%-75%. Pihak Carrefour sendiri memberi toleransi untuk service level ini minimum 85%. “Keberadaan DC ini untuk membantu para pemasok. Dengan begitu, para pemasok hanya fokus untuk memproduksi barang. Karenanya, Carrefour mengajak pemasok untuk bergabung ke pusat distribusi Carrefour.
Orientasi Carrefour ke depan bukan pada pengembangan sistem TI. Pasalnya, sistem TI yang ada diklaim sudah bisa memenuhi kebutuhan. Sasaran utamanya sekarang meningkatkan para pemasok yang masih memiliki service level rendah. Alasannya, kondisi itu menyebabkan lost of sales, baik bagi pemasok maupun Carrefour sendiri. “Target Carrefour meningkatkan service level sehingga bisa mengirim barang secara on time, dan tahu demand Carrefour.


Salah satu pemasok yang sudah memanfaatkan sistem rantai pasokan yang dikembangkan Carrefour adalah CV Mulyatama – pemasok private label untuk tempat CD, tempat tisu di mobil, dan sebagainya. Menurut CV Mulyatama, pihaknya bergabung menjadi pemasok Carrefour sejak Februari 2008. Rantai pasokan baru yang dijalankan Carrefour sangat bagus. Keunggulannya, sistem ini sangat efisien dari segi waktu dan tenaga kerja,


Menurut CV Mulyatama, dibanding sistem terdahulu, pada sistem SCM sekarang ini penggunaan tenaga kerja lebih efisien. Dulu, pengiriman dilakukan langsung ke gerai sehingga memerlukan lebih banyak tenaga kerja. Dalam satu hari satu mobil maksimum hanya bisa menuju tiga gerai. Sekarang pengiriman cukup dilakukan satu kali dan sudah mencakup seluruh gerai Carrefour.


Unilever Indonesia, salah satu supplier besar yang menjadi pemasok Carrefour sejak 1998 (ketika peritel asal Prancis ini baru membuka gerainya di Cempaka Putih), juga merupakan pemasok pertama yang ikut serta dalam pengiriman terpusat (centralized delivery) Carrefour sejak pertama kali Carrefour menerapkan sistem rantai pasokan baru.


Menurut Manajer Customer Service Perdagangan Modern PT Unilever Indonesia Tbk., dengan sistem pengiriman terpusat ini, Unilever sebagai pemasok tidak perlu lagi mengirim barang langsung ke gerai-gerai Carrefour, tapi cukup ke gudang Carrefour. Carrefour kemudian akan mengirim barang Unilever ke gerai bersama-sama dengan barang dari pemasok lain.
Sistem pengiriman terpusat ini, merupakan kolaborasi yang baik antara Unilever dengan Carrefour. “Apabila dilihat dari rantai pasokan secara keseluruhan, kolaborasi ini menghasilkan efisiensi yang bisa dinikmati bersama oleh Unilever dan Carrefour. Dengan kapabilitas yang dimiliki Carrefour, sistem rantai pasokan yang baru ini bisa dikembangkan untuk menjangkau daerah yang lebih luas seperti Jawa Barat.


Selain para pemasok, keunggulan sistem rantai pasokan Carrefour juga diakui konsultan TI Hadi Barko. Menurut Hadi Barko, seluruh gerai Carrefour sudah tersambung ke DC Pondok Ungu dan menggunakan satu sistem ERP (single platform). Menurut Hadi, kalau software-nya berbeda-beda, akan butuh waktu untuk transfer dan kolaborasi datanya tidak real time. Mekanisme kerjanya, sistem ERP yang digunakan Carrefour akan memicu ke pemasok melalui fasilitas e-business ataupun e-mail. “Sebaiknya top ten suppliers atau para pemasok yang mewakili 80% nilai transaksi, memiliki koneksi langsung ke Carrefour,”


Pakar supply management yang sekarang bermukim di Singapura ini menyarankan, penerapan SCM ini bisa lebih dioptimalkan. Syaratnya, pihak Carrefour harus mengintegrasikan sistem SCM-nya itu lewat jaringan komunikasi online dengan gerai-gerai yang mempunyai nilai 80% dari seluruh nilai transaksi Carrefour. Selain itu, Hadi Barko juga mengingatkan perlunya diperhatikan performance management tool di masing-masing gerai – yang bisa dianalisis oleh manajer gerai untuk kepentingan forecast atau estimasi. Tim SCM dan manajer gerai harus bisa membaca dan menginterpretasi hasil performance management tool untuk keputusan berikutnya,
Lalu, sistem penerimaan barang (goods receipt) di gudang masing-masing gerai disarankan bisa menggunakan sistem barcoding – untuk Top 20 gerai sebaiknya malah dengan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) – sehingga pergerakan barang/stok langsung termonitor (terdeteksi) . “Tingkat akurasi di masing-masing gerai minimum juga harus 95%,”


Gambaran umum perusahaan :
Carefour adalah salah satu perusahaan ritel terbesar yang ada di Indonesia yang dikelola PT Carefour Indonesia. Dulu pada tahun 1998 Carefour baru memiliki satu lokasi saja yaitu di Cempaka Putih oleh karena itu manajemen tidaklah serumit sekarang yang telah memiliki banyak cabang di berbagai tempat. Karena kebutuhan akan ketersediaan barang harus selalu ada dengan harga bersaing. Denganteknologi yang ada saat itu tidak bisa lagi digunakan maka pada tahun 2007 PT Carefour Indonesia memfokuskan pengembangan TI.


Beberapa perusahaan-perusahaan yang ada dalam rantai pasokan PT Carefour Indonesia

1. CV Mulyatama – pemasok private label untuk tempat CD, tempat tisu di mobil, dan sebagainya
2. Lebih dari 4.000 pemasok

Perangkat Lunak yang digunakan : InfoLog

Computer Vision


Computer vision adalah salah satu bidang penelitian yang sedang berkembang sekarang ini. Inti dari computer vision adalah bagaimana sebuah mesin mampu mengenali suatu objek. Computer vision merupakan proses otomatis yang mengintegrasikan sejumlah besar proses untuk persepsi visual, seperti akuisisi citra, pengolahan citra, pengenalan dan membuat keputusan. Computer vision mencoba meniru cara kerja sistem visual manusia (human vision) yang sesungguhnya sangat kompleks. Untuk itu, computer vision diharapkan memiliki kemampuan tingkat tinggi sebagaimana human visual. Kemampuan itu diantaranya adalah:
1. Object detection → Apakah sebuah objek ada pada scene? Jika begitu, dimana batasan-batasannya..?
2. Recognation → Menempatkan label pada objek.
3. Description → Menugaskan properti kepada objek.
4. 3D Inference → Menafsirkan adegan 3D dari 2D yang dilihat.
5. Interpreting motion → Menafsirkan gerakan.

Computer Vision sering didefinisikan sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari bagaimana komputer dapat mengenali obyek yang diamati atau diobservasi. Cabang ilmu ini bersama intelijensia semu (Artificial Intelligence) akan mampu menghasilkan sistem intelijen visual (Visual Intelligence System). Computer Vision adalah kombinasi antara Pengolahan Citra dan Pengenalan Pola. Pengolahan Citra (Image Processing) merupakan bidang yang berhubungan dengan proses transformasi citra/gambar (image). Proses ini bertujuan untuk mendapatkan kualitas citra yang lebih baik. Sedangkan, Pengenalan Pola (Pattern Recognition), bidang ini berhubungan dengan proses identifikasi obyek pada citra atau interpretasi citra. Proses ini bertujuan untuk mengekstrak informasi/pesan yang disampaikan oleh gambar/citra. Arti dari Computer Vision adalah ilmu dan teknologi mesin yang melihat, di mana mesin mampu mengekstrak informasi dari gambar yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tertentu. Sebagai suatu disiplin ilmu, visi komputer berkaitan dengan teori di balik sistem buatan bahwa ekstrak informasi dari gambar. Data gambar dapat mengambil banyak bentuk, seperti urutan video, pandangan dari beberapa kamera, atau data multi-dimensi dari scanner medis. Sebagai disiplin teknologi, Computer Vision berusaha untuk menerapkan teori dan model untuk pembangunan sistem. Beberapa aplikasi yang dihasilkan dari Computer Vision antara lain :

1. Psychology, AI – exploring representation and computation in natural vision
2. Optical Character Recognition – text reading
3. Remote Sensing – land use and environmental monitoring
4. Medical Image Analysis – measurement and interpretation of many types of images
5. Industrial Inspection – measurement, fault checking, process control
6. Robotic – navigation and control

Hirarki pada Computer Vision
Hirarki pada computer vision ada 3 tahap, yaitu:
Pengolahan Tingkat Rendah (Image to image) → Menghilangkan noise, dan peningkatan gambar (enchament image).
Pengolahan Tingkat Menengah (Image to dimbolic) → Kumpulan garis / vektor yang merepresentasikan batas sebuah obyek pada citra.
Pengolah Tingkat Tinggi (Simbolic to simbolic) → Representasi simbolik batas-batas obyek menghasilkan nama obyek tersebut.


Tahapan proses dalam Computer Vision
Sebuah komputer yang menyerupai kemampuan manusia dalam menangkap sinyal visual (human sight) dilakukan dalam empat tahapan proses dasar :
Proses penangkapan citra/gambar (image acquisition),
Proses pengolahan citra (image processing),
Analisa data citra (image analysis) dan
Proses pemahaman data citra (image understanding)


1. Image Acqusition
Image Acqusition pada manusia dimulai dengan mata, kemudian informasi visual diterjemahkan ke dalam suatu format yang kemudian dapat dimanipulasi oleh otak. Senada dengan proses di atas, computer vision membutuhkan sebuah mata untuk menangkap sebuah sinyal visual. Umumnya mata pada computer vision adalah sebuah kamera video. Kamera menerjemahkan sebuah scene atau image Kemudian sinyal listrik ini diubah menjadi bilangan biner yang akan digunakan oleh komputer untuk pemrosesan. Keluaran dari kamera adalah berupa sinyal analog, dimana frekuensi dan amplitudonya (frekuensi berhubungan dengan jumlah sinyal dalam satu detik, sedangkan amplitudo berkaitan dengan tingginya sinyal listrik yang dihasilkan) merepresentasikan detail ketajaman (brightness) pada scene. Kamera mengamati sebuah kejadian pada satu jalur dalam satu waktu, memindainya dan membaginya menjadi ratusan garis horizontal yang sama. Tiap-tiap garis membuat sebuah sinyal analog yang amplitudonya menjelaskan perubahan brightness sepanjang garis sinyal tersebut. Karena komputer tidak bekerja dengan sinyal analog, maka sebuah analog‐to‐digital converter (ADC), dibutuhkan untuk memproses semua sinyal tersebut oleh komputer. ADC ini akan mengubah sinyal analog yang direpresentasikan dalam bentuk informasi sinyal tunggal ke dalam sebuah aliran (stream) sejumlah bilangan biner. Bilangan biner ini kemudian disimpan di dalam memori dan akan menjadi data raw yang akan diproses.

2. Image Processing
Tahapan berikutnya computer vision akan melibatkan sejumlah manipulasi utama (initial manipulation) dari data binary tersebut. Image processing membantu peningkatan dan perbaikan kualitas image, sehingga dapat dianalisa dan diolah lebih jauh secara lebih efisien. Imagge processing akan meninggkatkan perbandingan sinyal terhadap noise (signal‐to‐noise ratio = s/n). Sinyal-sinyal tersebut adalah informasi yang akan merepresentasikan objek yang ada dalam image. Sedangkan noise adalah segala bentuk interferensi, kekurang pengaburan, yang terjadi pada sebuah objek.

3. Image Analysis
Image analysis akan mengeksplorasi scene ke dalam bentuk karateristik utama dari objek melalui suatu proses investigasi. Sebuah program komputer akan mulai melihat melalui bilangan biner yang merepresentasikan informasi visual untuk mengidentifikasi fitur-fitur spesifik dan karakteristiknya. Lebih khusus lagi program image analysis digunakan untuk mencari tepi dan batas‐batasan objek dalam image. Sebuah tepian (edge) terbentuk antara objek dan latar belakangnya atau antara dua objek yang spesifik. Tepi ini akan terdeteksi sebagai akibat dari perbedaan level brightness pada sisi yang berbeda dengan salah satu batasnya.

4. Image Understanding
Ini adalah langkah terakhir dalam proses computer vision, yang mana spesifik objek dan hubungannya diidentifikasi. Pada bagian ini akan melibatkan kajian tentang teknik‐teknik artificial intelligent.Understanding berkaitan dengn template matching yang ada dalam sebuah scene. Metoda ini menggunakan program pencarian (search program) dan teknik penyesuaian pola (pattern matching techniques).

Penerapan Computer Vision Antara Lain
1.Bidang Pertahanan dan Keamanan (Militer).
Contoh jelas adalah deteksi tentara musuh atau kendaraan dan bimbingan rudal. Lebihsistem canggih untuk panduan mengirim rudal rudal ke daerah daripada target yang spesifik,dan pemilihan target yang dibuat ketika rudal mencapai daerah berdasarkan data citradiperoleh secara lokal. konsep modern militer, seperti “kesadaran medan perang”,menunjukkan bahwa berbagai sensor, termasuk sensor gambar, menyediakan kaya setinformasi tentang adegan tempur yang dapat digunakan untuk mendukung keputusanstrategis. Dalam hal ini, pengolahan otomatis data yang digunakan untuk mengurangikompleksitas dan informasi sekering dari sensor ganda untuk meningkatkan keandalan.

2.Bidang Didalam kendaraan Otonom.
kendaraan otonom, yang meliputi submersibles, kendaraan darat (robot kecil denganroda, mobil atau truk), kendaraan udara, dan kendaraan udara tak berawak (UAV). Tingkatberkisar otonomi dari sepenuhnya otonom (berawak) kendaraan untuk kendaraan di manasistem visi berbasis komputer mendukung driver atau pilot dalam berbagai situasi.Sepenuhnya otonom kendaraan biasanya menggunakan visi komputer untuk navigasi, yakniuntuk mengetahui mana itu, atau untuk menghasilkan peta lingkungan (SLAM) dan untuk mendeteksi rintangan. Hal ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi peristiwa-peristiwatugas tertentu yang spesifik, e. g., sebuah UAV mencari kebakaran hutan. Contoh sistempendukung sistem peringatan hambatan dalam mobil, dan sistem untuk pendaratan pesawatotonom. Beberapa produsen mobil telah menunjukkan sistem otonomi mengemudi mobil,tapi teknologi ini masih belum mencapai tingkat di mana dapat diletakkan di pasar. Adabanyak contoh kendaraan otonom militer mulai dari rudal maju, untuk UAV untuk misipengintaian atau bimbingan rudal. Ruang eksplorasi sudah dibuat dengan kendaraan otonommenggunakan visi komputer, e. g., NASA Mars Exploration Rover dan Rover ExoMars ESA.

3.Bidang Industri.
kadang-kadang disebut visi mesin, dimana informasi ini diekstraksi untuk tujuanmendukung proses manufaktur. Salah satu contohnya adalah kendali mutu dimana rincianatau produk akhir yang secara otomatis diperiksa untuk menemukan cacat. Contoh lainadalah pengukuran posisi dan orientasi rincian yang akan dijemput oleh lengan robot. Mesinvisi juga banyak digunakan dalam proses pertanian untuk menghilangkan bahan makananyang tidak diinginkan dari bahan massal, proses yang disebut sortir optik.

4.Bidang pengolahan citra medis.
Daerah ini dicirikan oleh ekstraksi informasi dari data citra untuk tujuan membuatdiagnosis medis pasien. Secara umum, data citra dalam bentuk gambar mikroskop, gambarX-ray, gambar angiografi, gambar ultrasonik, dan gambar tomografi. Contoh informasi yangdapat diekstraksi dari data gambar tersebut deteksi tumor, arteriosclerosis atau perubahanmemfitnah lainnya. Hal ini juga dapat pengukuran dimensi organ, aliran darah, dll areaaplikasi ini juga mendukung penelitian medis dengan memberikan informasi baru, misalnya,tentang struktur otak, atau tentang kualitas perawatan medis.

5.Bidang Neurobiologi.
Khususnya studi tentang sistem biological vision Selama abad terakhir, telah terjadi studiekstensif dari mata, neuron, dan struktur otak dikhususkan untuk pengolahan rangsangan visualpada manusia dan berbagai hewan. Hal ini menimbulkan gambaran kasar, namun rumit, tentang bagaimana “sebenarnya” sistem visi beroperasi dalam menyelesaikan tugas-tugas visi tertentuyang terkait. Hasil ini telah menyebabkan subfield di dalam visi komputer di mana sistem buatanyang dirancang untuk meniru pengolahan dan perilaku sistem biologi, pada berbagai tingkatkompleksitas. Juga, beberapa metode pembelajaran berbasis komputer yang dikembangkandalam visi memiliki latar belakang mereka dalam biologi.

6. Bidang Industri Perfilman
Semua efek-efek di dunia akting , animasi, dan penyotingan adegan film semua direkam dengan perangkat elektronik yang dihubungkan dengan komputer. Animasinya juga di kembangkan mempergunakan animasi yang dibuat dengan aplikasi komputer.Sebagai contoh film-film Hollywood berjudul TITANIC itu sebenarnya tambahananimasi untuk menggambarkan kapal raksasa yang pecah dan tenggelam, sehinggatampak menjadi seolah-olah mirip dengan kejadian nyata.

7.Bidang Kecerdasan Buatan.
Keterkaitan dengan perencanaan otonom atau musyawarah untuk sistem roboticaluntuk menavigasi melalui lingkungan. Pemahaman yang rinci tentang lingkungan inidiperlukan untuk menavigasi melalui mereka. Information about the environment could beprovided by a computer vision system, acting as a vision sensor and providing high-levelinformation about the environment and the robot. Informasi tentang lingkungan dapatdiberikan oleh sistem visi komputer, bertindak sebagai sensor visi dan memberikan informasitingkat tinggi tentang lingkungan dan robot. Buatan kecerdasan dan visi lain berbagi topik komputer seperti pengenalan pola dan teknik pembelajaran. Akibatnya, visi komputerkadang-kadang dilihat sebagai bagian dari bidang kecerdasan buatan atau ilmu bidangkomputer secara umum.

8.Bidang Pemrosesan Sinyal.
Banyak metode untuk pemrosesan sinyal satu-variabel, biasanya sinyal temporal,dapat diperpanjang dengan cara alami untuk pengolahan sinyal dua variabel atau sinyalmulti-variabel dalam visi komputer. Namun, karena sifat spesifik gambar ada banyak metode dikembangkan dalam visi komputer yang tidak memiliki mitra dalam pengolahan sinyal satu-variabel. Sebuah karakter yang berbeda dari metode ini adalah kenyataan bahwa merekaadalah non-linear yang bersama-sama dengan dimensi-multi sinyal, mendefinisikan subfielddalam pemrosesan sinyal sebagai bagian dari visi komputer.

9.Bidang Fisika.
Fisika merupakan bidang lain yang terkait erat dengan Computer vision. sistem Computervision bergantung pada sensor gambar yang mendeteksi radiasi elektromagnetik yangbiasanya dalam bentuk baik cahaya tampak atau infra-merah sensor dirancang denganmengunakan fisika solid-state. Proses di mana cahaya merambat dan mencerminkan off permukaan dijelaskan menggunakan optik. sensor gambar canggih bahkan memintamekanika kuantum untuk memberikan pemahaman lengkap dari proses pembentukangambar. Selain itu, berbagai masalah pegukuran fisika dapat di atasi dengan menggunakanComputer Vision, untuk gerakan misalnya dalam cairan.

10.Bidang matematika murni.
Sebagai contoh, banyak metode dalam visi komputer didasarkan pada statistik, optimasiatau geometri. Akhirnya, bagian penting dari lapangan dikhususkan untuk aspek pelaksanaanvisi komputer, bagaimana metode yang ada dapat diwujudkan dalam berbagai kombinasiperangkat lunak dan perangkat keras, atau bagaimana metode ini dapat dimodifikasi untuk mendapatkan kecepatan pemrosesan tanpa kehilangan terlalu banyak kinerja .


Sumber :
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/11/contoh-penerapan-teknologi-computer-vision-2/
http://she2008.wordpress.com/2011/11/26/computer-vision/