Minggu, 28 November 2010

tulisan ke-5 "PENYALAHGUNAAN DATA"

PENYALAHGUNAAN DATA

PENYALAHGUNAAN DATA

Penyalahgunaan data adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang dimana orang atau kelompok tersebut mengubah atau menyalahgunakan data yang sudah ada menjadi berbeda atau mengada-ada. Contoh yang dilakukan dalam tindak penyalah gunaan data seperti,tindak penyalahgunaan data keuangan dalam perusahaan,misalkan sperti menambah atau mengurangi data keuangan yang telah masuk.Tindakan sperti ini tidak hanya merugikan perusahaan tersebut namun orang lain akan merasakannya juga.

Akibat yang ditimbulkan dari penyalahgunaan data ada banyak diantaranya adalah berbagai tindakan criminal seperti yang dilakukan hacker-hacker untuk menjebol ATM/BANK. Selain itu penyalahgunaan data juga biasanya digunakan untuk tujuan pemalsuan berbagai data seseorang/perusahaan yang jelas sangat merugukan orang lain. Tindakan ini termasuk pelanggaran hukum dan ada sanksi-sanksi yang akan diberikan bila kita melakukannya.

tugas ke-5"DINAMIKA ORGANISASI "

ning sabar mawarni

2ka23

15109970



DINAMIKA ORGANISASI

1. ORGANISASI FORMAL vs ORGANISASI INFORMAL

Menurut Argyris Perbedaan karekteristik dari Organisasi tersebut adalah:

FORMAL

INFORMAL

Hubungan antara atasan & bawahan ditentukan peraturan

Hubunngan antara atasan dan bawahan berdasar kebutuhan masing-masing

Pemimpin ditetapkan

Pemimpin dipilih berdasarkan kesepakatan

Pengendalian perilaku melalui pemberian balas jasa dan hukuman

Pengendalian melaui pemenuhan kebutuhan

Bawahan sangat tergantung pada atasan

Kurang tergantung pada pimpinan

2. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

Manusia melakukan kegiatan dan bereaksi terhadap kegiatan orang lain dalam organisasi baik dari pimpinan atau sesame anggota, ini menyebabkan timbulnya bermacam-macam dinamika perilaku dalam organisasi.

Sebagai Wadah, dapat dikatakan bahwa organisasi bersifat memberikan adanya suatu kepastian dan ketentuan tentang pelaksanaan hubungan kerja antara manusia.

Sebagai Proses, dapat dikatakan organisasi bersifat dinamis sebab itulah ia hidup, selalu bergerak, berkembang dan berubah-ubah. Adanya sifat dinamis ini dipengaruhi oleh beberapa factor, antara lain:

a. FAKTOR INTERN (DALAM)

Tujuan

Manusia-manusia

Tata hubungan

b. FAKTOR EKTERN (LUAR)

a. NON FISIK

Bersifat Konstitusional-politis

Contoh: UUD, Tap MPR, KEPRES, SISTEM PEMERINTAHAN

Bersifat Sosial-politis

Contoh: Partisipasi masyarakat, Parpol, Susunan hidup masyarakat, Peranan kelompok.

Bersifat Sosial-ekonomi

Contoh: Kondisi hidup penduduk, Sumber penghasilan, umlah penduduk, Lapangan kerja.

Bersifat Sosial-religius

Contoh: Pengaruh Agama, Hubungan pemeluk agama, Organisasi keagamaan.

Bersifat Sosial-kultur

Contoh: Tingkat kecerdasan berpikir.

Bersifat Teknik-teknologis

Contoh: Penemuan teknologi

b. BERSIFAT FISIK

Misalnya: Faktor letak, Keadaan Alam, Daerah, Sumber-sumber Alamiah, Keadaan Iklim dan Cuaca.

3. DINAMIKA KONFLIK

Pada hakekatnya konflik adalah pertarungan menang kalah antara kelompok atau perorangan yang berbeda kepentingan satu sama lain dalam organisasi, timbulnya konflik atau pertentangan diakibatkan komunikasi dan informasi dalam organisasi tidak menemui sasarannya.

JENIS-JENIS KONFLIK BERDASAR PERANAN:

Konflik Peranan (Person Role Conflict)

Konflik antar Peranan (Inter-role Conflict)

Timbul akibat satu orang menjabat dua atau lebih fungs yang bertentangan

Konflik Pemenuhan harapan (Intersender Conflict)

Memenuhi harapan dari beberapa orang

Konflik akibat informasi tidak sesuai (Intrasender Conflict)

JENIS KONFLIK MENURUT PIHAK YANG BERTENTANGAN:

Konflik dalam diri sendiri

Konflik antar individu

Konflik antar individu denngan kelompok

Konflik antar kelompok dengan organisasi

Konflik antar organisasi

SUMBER UTAMA KONFLIK:

  1. Kebutuhan membagi sumberdaya terbatas
  2. Perbedaan tujuan
  3. Saling tergantungnya kegiatan kerja
  4. Perbedaan nilai atau persepsi
  5. Kemenduaan organisasional
  6. Gaya Individual

EMPAT PENYEBAB KONFLIK:

  1. Tujuan tidak sesuai dengan harapan
  2. Peralatan atau alokasi sumberdaya yang tidak sesuai
  3. Masalah yang tidak jelas
  4. Perbedaan persepsi

EMPAT BIDANG STRUKTUR YANG SERING KONFLIK:

  1. Konflik Hirarkis (antar berbagi tingkatan organisasi)
  2. Konflik Fungsional (antar berbagai departemen)
  3. Konflik Lini-Staff
  4. Konflik Formal-Informal

4. TEORI MOTIVASI

Motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai tujuan. Motivasi dapat dibedakan menjadi motivasi internal dan motivasi ekternal.

Motivasi yang muncul atas kebutuhan dan keinginan yang ada dalam diri seseorang akan menimbulkan motivasi internal.

Motivasi internal:

    1. Motivasi Fisiologi

Merupakan Motivasi alamiah contohnya: Lapar & Haus

    1. Motivasi Psikologis

Motivasi Kasih Sayang (Affectional motivation)

(menciptakan kehangatan, keharmonisan)

Mempertahankan diri (Ego-defensive motivation)

(melindungi kepribadian, mendapatkan kebanggaan)

Memperkuat diri (Ego-bolstering motivation)

(mengembangkan kepribadian, berprestasi)

Motivasi ekternal menjelaskan kekuatan-kekuatan yang ada didalam individu yang dipengaruhi oleh factor-faktor intern, pada teori ekternal tidak mengabaikan motivasi internal akan tetapi mengembangkannya. Teori Motivasi ekternal dijelaskan dengan Teori X dan Teori Y yang ditemukan Mc. Gregor. Inti dari Teori tersebut adalah:

“Teori Tradisional mengenai kehidupan organisasi banyak diarahkan dan dikendalikan oleh teori X yang menganggap rata-rata pekerja malas, tidak suka bekerja maka harus dipaksa dan dikendalikan, dihukum jika perlu, diarahkan demi mencapai tujuan tetapi pada kenyataanya teori X tidak mampu menjawab seluruh fakta yang terjadi dalam organisasi oleh sebab itu dimunculkan teori Y untuk menjawabnya, teori ini beranggapan Usaha fisik atau mental dalam bekerja adalah kodrat manusia, rata-rata mereka bersedia belajar dalam kondisi yang memungkinkan dengan tanggung jawab, ada kecerdikan, kreatifitas dan daya imajinasi untuk memecahkan masalah, hukuman bukan salah satu jalan untuk mencapai tujuan, organisasi seharusnya memberikan kesempatan untuk mereka dalam berprestasi.

Tahun 1943 terjadi pengembangan teori motivasi yang dikenal dengan “Hirarki Kebutuhan Maslow” yang dikemukakan Abraham Maslow. Lima tingkatan keinginan dan kebutuhan menurutnya adalah:

1. KEPEMIMPINAN

Perkembangan teori kepemimpinan:

a. Teori Sifat Kepemimpinan

Dimulai dengan memusatkan pada pemimpin itu sendiri, kepemimpinan berhubungan dengan kualitas individu bukan fungsi situasi teknologi atau masyarakat. Keith Davis membagi empat cirri utama kesuksesan seorang pemimpin:

Kecerdasan

Kedewasaan social dan hubungan social luas

Motivasi diri dan dorongan berprestasi

Sikap-sikap hubungan manusiawi

b. Teori Kelompok

Dikembangkan atas dasar ilmu psikologi social, teori ini berpendapat untuk mencapai tujuan harus ada pertukaran positif antara atasan dan bawahan.

c. Teori Situasional

Pendekatan kedua teori diatas kurang menyeluruh oleh sebab itu teori dialihkan pada aspek situasional kepemimpinan. Fred Fiedleer mengajukan sebuah model dasar situasional dikenal dengan “Contingency model of leadership effectiveness”. Menggambarkan situasi yang menguntungkan dengan tiga dimensi empiric:

Hubungan pimpinan anggota

Tingkat dan Struktur tugas

Posisi kekuasaan

d. Teori Path-Goal

Teori ini menganalisa pengaruh kepemimpinan terutama perilaku terhadap motivasi bawahan, kepuasaan dan pelaksanaan kerja. Empat tipe gaya perilaku pemimpin menurut teori ini:

Kepemimpinan Direktif

Kepemimpinan Suportif

Kepemimpinan Partisipatif

Kepemimpinan Orenteasi prestasi

Gaya kepemimpinan adalah suatu cara pemimpin untuk mempengaruhi bawahannya. Ada 3 macam gaya kepemimpinan yang berbeda:

a. Otokrasi,mempunyai ciri-ciri:

· Kebijjaksanaan dilakukan oleh pemimpin

· Teknik dan langkah di dikte oleh atasan

· Pemimpin biasanya mendikte tugas setiap anggotanya.

· Pemimpin cenderung menjadi pribaddi dalam pujian dan kecamannya terhadap setiap anggota

b. Demokratis, mempunyai ciri-ciri:

· Semua kebijaksanaan terjadi pada kelompok diskusi dan keputusan diambil dengan dorongan dan bantuan dari pimpinan.

· Kegiatan-kegiatan didiskusikan langkah-langkah umum untuk tujuan kelompok dibuat, dan bila dibutuhkan untuk petunjuk-petunjuk teknis pemimpin mengarahkan dua atau alternative prosedur yang dapat dipilih.

· Para anggota bebas bekerja dengan siapa saja yang mereka pilih dan pembagian tugas ditentukan oleh kelompok

· Pemimpin adalah obyektif atau “fact minded”.

c. Laissez Faire, mempunyai cirri-ciri:

· Kebebasan penuh bagi keputusan kelompok atau individu dengan partisipasi minimal dari pimpinan.

· Bahan-bahan yang bermacam-macam disediakan oleh pimpinan yang membuat orang selalu siap bila dia akan memberikan informasi pada saat ditanya.

· Sama sekali tidak ada partisipasi dari pimpinan dalam penentuan tugas

· Kadang-kadang memberi komentar spontan terhadap kegiatan anggota.

William J. Redden adalah seorang professor dan konsultan Canada membagi dua gaya kepemimpinan. Masing-masing adalah:

a. Gaya-gaya Efektif:

· Eksekutif

· Pembangun

· Otokrat penuh kebajikan

· Birokrat

b. Gaya-gaya tidak efektif

· Kompromis

· Misioner

· Otokrat

· Pelarian

Rensis Likert dengan melibatkan kaum Michigan membagi empat system atau gaya dasar kepemimpinan organisasional:

a. Otokrat Eksploratif

Manajer mengambil semua keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan dan memerintahkan serta mengekplorasi bawahan dalam pelaksanaan

b. Otokrat penuh kebajikan

Manajer tetap menentukan perintah-perintah kerja tapi bawahan diberi keleluasaan dalam pelaksanaan

c. Partisipatif

Manajer menggunakan gaya konsultatif yaitu meminta masukan dari bawahan tapi tetap menahan hak untuk membuat keputusan.

d. Demokratik

Manajer memberikan berbagi pengarahan pada bawahan tapi juga memberikan partisipasi total dan keputusan dibuat bersama-sama dengan keputusan suara mayoritas.


1. Sebutkan cara penyusunan warkat yang saudara ketahui ?

• Sistem abjad merupakan suatu sistem dan penemuan kembali warkat-warkat berdasarkan abjad.
• Sistem masalah merupakan suatu sistem penemuan dan penyimpanan kembali menurut isi pokok atau perihal surat.
• Sistem nomor merupakan pemberian nomor yang terdapat pada folder
• Sistem tanggal merupakan penyimpanan surat berdasarkan tanggal, hari, bulan/tahun tanggal dijadikan kode surat.
• Sistem Wilayah merupakan menyimpanan berdasarkan daerah/wilayah surat yang diterima.
Penyusunan papers berdasarkan abjad ini masih dibagi lagi menjadi beberapa bagian misalnya berdasarkan :
a. Nama orang, nama pendaftar, nama mahasiswa dan sebagainya.
b. Masalah yang akan dibahas, topik yang dibicarakan.
Untuk mempermudah penempatan dan penemuan kembali papers – papers yang bersangkutan maka sebaiknya dalam tempat penyimpanan papers pada awal nama diselipkan huruf abjad yang sesuai dengan nama depan atau huruf depannya misalnya untu setiap pengatian nama atau topik ditulis kedalam lembaran yang menonjol sehingga mudah dlama mencari topik atau nama yang lainya. system penyusunan papers menurut subyek Penyusunan papers menurut subyek ini merupakan modifikasi dari penyusunan papers menurut abjad.
Penyusunan warkat terbagi menjadi 3 tahap, yaitu :
Tahap Awal
• Memilih, mengumpulkan dan menentukan topik.
• Memperdalam wawasan/intelektual berhubungan apa yang akan dikembangkan/diperluas.
Tahap Penulisan
• Dengan Sistem Wilayah merupakan menyimpanan berdasarkan daerah/wilayah surat yang diterima.
• Sistem penomoran merupakan pemberian nomor yang terdapat pada folder.
• Dengan mengembangkan makalah untuk dijadikan makalah.
• Dengan Sistem tanggal merupakan penyimpanan surat berdasarkan tanggal, hari, bulan/tahun tanggal dijadikan, yaitu kapan pembelian itu dikeluarkan.
• Untuk warkat jenis wesel, cek, surat pembelian atau order bisa disusun dengan cara sistem nomor yaitu dengan melihat nomor cek, wesel atau surat pembelian yang ada, disusun dari nomor yang terkecil sampai yang terbesar atau bisa sebaliknya.
• Dengan Filling sistem suatu rangkaian kerja akan teratur agar dapat dijadikan untuk penyimpanan arsip sehingga saat diperlukan arsip tersebut dapat dan tepat ditemukan.
Tahap Revisi
• Pemeriksaan terhadap isi dan penggunaan kata, kalimat, ejaan, serta tanda baca.

2. Untuk jenis warkat wesel, cek, surat pembelian disusun / ditaruh dengan cara apa ?

Untuk warkat jenis wesel, cek, surat pembelian atau order bisa disusun dengan cara system nomor yaitu dengan melihat nomor cek, wesel ata surat pembelian yang ada, disusun dari nomor yang terkecil sampai yang terbesar atau bisa sebaliknya.
dengan system tanggal yaitu kapan wesel, cek dan surat pembelian itu di keluarkan.
Bisa juga dengan sistem wilayah, dari dan dimana surat pembelian dikeluarkan.Atau

3. Apa yang anda ketahui tentang RECORD RETENTION SCHEDULE ?

record retention schedule adalah suatu kebijaksanaan yang harus dilakukan dalam rangka proses manajemen, yaitu yang berhubungan dengan penggolongan, pemilihan, distribusi, maupun disposisi dari record untuk menentukan records yang mana yang perlu tetap disimpan untuk selama-lamanya serta jenis-jenis records yang mana dan yang dalam jangka waktu berapa lama pula perlu dimusnahkan karena sudah tidak diperlukan lagi.
Penggolongan records dilakukan untuk mengatasi masalah dalam melakukan pemilihan dan menentukan kapan suatu records harus dimusnahkan atau disimpan untuk sementara ( temporary storage) atau kapan suatu records ttersebut harus dimusnahkan atau disimpan untuk selamanya (permanent storage ).
Records terbagi menjadi 4 golongan, yaitu :
• Records yang tidak penting (non essential)
• Records yang tidak dimanfaatkan
• Records yang penting
• Records yang sangat penting.

4. Apa yang anda ketahui dengan TABULATING ?

Tabulating yaitu memasukkan data-data yang sudah dikelompokkan ke dalam tabel-tabel yang mudah dipahami. Tabulating juga mengumpulkan data dan fakta yang sesuai dengan cakupan bidang masing-masing menjadi suatu daftar atau tabel sehingga tidak terjadi pengulangan kata atau kalimat, sehingga bisa memberikan analisa yang rasional, objektif dan menunjukkan logika hubungan antara data, fakta peristiwa dan dampaknya.

tulisan ke-4"miscommunication"

Kalo berkomunikasi dengan sesama, paling kesel kalo sudah capek2 bicara nggak ada yang mengerti maksudnya. Lebih sebel lagi keliatannya sudah mengerti ujung2nya salah juga. Padahal segala cara dan usaha sudah dipikirkan, mulai dari pengaturan kata2, pemakaian bahasa, speed-nya, dengan tujuan supaya yang diajak bicara mengerti maksud kita. Kog bisa ya..?? Aku atau dianya yang telmi ya...? (telmi=telat mikir)
Kalo sudah begini, jadi males deh bicara ama orang tersebut. Istilahnya nggak nyambung! Buat apa? Buang2 energi aja?

Kalo mis communication nya masih antar sesama sih ok saja, Tapi kaget juga waktu melihat dan mendengar kenyataan, ada orang yang merasa or mengalami mis communication dengan Tuhan. (Kalo ini sich, yang telmi langsung ketahuan deh)
Bagaimana mungkin Tuhan yang maha tahu bisa mis communication. Kalo ada kamus bahasa malaikat, kayaknya nggak bakal ada deh yang namanya mis communication itu. Tapi namanya aja Tuhan, meskipun Dia tidak mengenal kata mis communication, tapi Dia sudah menyediakan cara2 yang sangat benar untuk menghindarinya.

Kalo dipikir memang sangat sulit sekali untuk mengerti rancanganNya. Kadang kita merasa sudah berdoa selalu.. meminta selalu.. berharap selalu.. tapi kog sepi-sepi aja ya... nothing happened tuh. But... kadang2 juga nich... setelah kita nggak memikirkan or nggak memintanya ... eh... jawaban muncul dengan mulusnya. Mis-communication nich... ama Babe.. hahaha
Ya mestilah... orang kalo doa bicara sendiri dan ndak pernah meluangkan waktu untuk mendengar suaraNya.

Saya sendiri juga seringkali telmi (egois tepatnya). Inginnya memaksakan apa yang ada di pikiran, keinginan, untuk dimengerti dan langsung, instantly mendapat respond! emang magic?? hehe... jadi geli sendiri.

Kalau sulit mengerti rancangan Tuhan, itu sangat wajar. Karena rancangan manusia berbeda dengan rancanganNya. Rancangan manusia cenderung terfokus pada kepentingan diri sendiri (ego) dan berbelit2, terikat oleh kelemahan duniawi. Sedangkan rancangan Tuhan adalah tetap, dan terbaik bagi semuanya.
(Yer. 29:11) "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan Damai Sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memBerikan kepadamu hari depan yang pEnUh HaRapan."

Kalau dipikir2, penyebab adanya mis-communication or mis-understanding itu juga bisa dikarenakan kesalahan teknis dari pemahaman berkomunikasi dengan benar. Dikatakan benar.. berarti ada berkomunikasi yang tidak benar.
Apa hubungan Rancangan dengan kOmunikasi? Orang berbicara... pasti mempunyai rancangan dihatinya.. entah itu rancangan baik or jahat. Kalau aku berencana untuk makan malam dengan temen, pasti temenku itu akan ku ajak bicara untuk masuk ke dalam rancanganku tadi. Yaitu rancangan makan malam. Tidak mungkin aku cuma berkata dalam hati ... ting!!... dan si teman langsung tahu maksudku... tul nggak.

Yang menjadi masalah... terkadang apa yang kita rancangkan, tidak sama dengan yang ditangkap si teman. Di pikiran kita sudah terencana nanti malam jam 6. Ehh... si temen datang jam 7. Kesel sekali!!
Usut punya usut... siapa yang salah... (biasa) belum puas kalau belum menunjuk kesalahan orang lain. Si temen mendengar kalau kita berkata jam 7, padahal kita ngotot sudah ngomong dengan benar yaitu jam 6. Jadilah huru hara... rencana yang tadinya indah yaitu makan bersama berakhir dengan gundah gulana dan yang pasti kelaparan semua gara2 mis-communication!! Nggak kLop!!
Tapi tidak semua kesalahpahaman akan berakhir tidak indah. Asalkan kedua pihak yang berkomunikasi cepat tanggap dan bisa saling mengoreksi diri & menghindar dari masalah 'salah menyalahkan'. Tapi banyak juga yang terjadi dengan percekcok-an... perang mulut... dan banyak lagi ketidak puasan... yang cuma dikarenakan salah sambung (emang kabel..).

Kita sering memaksakan orang lain untuk mengerti apa yang kita ucapkan sama persis dengan apa yang kita pikirkan. Padahal itu adalah suatu hil yang mustahal!! Setiap orang, di alam pikirannya, pasti memiliki prioritas2.
Kalau kita sedang berbicara, prioritas kita pasti pada topic yang akan kita bicarakan yang cenderung berpusat pada diri sendiri. Jadinya... seluruh pikiran kita berkonsentrasi pada 'topic' itu tadi. Haruslah diingat! Hal ini tidak terjadi dengan orang lain, yang pasti pada saat itu juga punya fokus pada pikiran mereka sendiri, kepentingan & kebutuhan mereka sendiri, pada prioritas mereka sendiri juga. Perlu untuk tahu beberapa hal kalau ingin lancar dalam berkomunikasi.

Mencermati teladan Tuhan Yesus, cara Tuhan Yesus dalam berkomunikasi, yang mana Dia bisa berkomunikasi dengan setiap orang, di segala lapisan. Apa sih rahasianya??
Sudah pasti disamping sifat2 keAllahanNya yang sudah pasti tahu segalanya terlebih dahulu. Sebagai anak manusia ada kelebihan Yesus yang patut untuk diteladani. Apakah itu??

*Menyediakan Waktu
Yesus selalu menyediakan waktuNya jika mendengarkan orang yang ingin berbicara padaNya. Dan tanpa keberatan akan menghentikan aktivitasnya sendiri demi menanggapi orang yang memerlukanNya. Untuk menyediakan waktu, diperlukan kerelaan. Mengingat kita sendiri sudah ribet dengan segala masalah pribadi. Bisakah kita meninggalkan urusan kita untuk sementara?

*Menyediakan Telinga (mendengarkan)
Mendengarkan tidak kalah pentingnya. Karena percuma saja kalau dalam pembicaraan, masing2 berlomba untuk berbicara dan memonopoli pembicaraan. Sehingga bukan seperti 'pembicaraan' dua arah atau silih berganti... tapi berbicara sendiri2, mengeluarkan uneg2 sendiri, tanpa mendengar dengan seksama. Yang namanya mendengar juga butuh kesabaran dan konsentrasi. Kadang kecenderungan manusia adalah ingin didengarkan dan jarang mau mendengar.
Tuhan selalu ingin mendengarkan kita, meskipun sebenarnya tanpa kita berkatapun Dia sudah tahu keluh kesah kita.

(Rm. 8:26) Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

Tuhan ingin kita berbicara! Dia ingin mendengar suara kita!
(Mat. 7:7) "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu

*Memusatkan Pikiran pada pembicara
Tidak kalah pentingnya adalah memfokuskan pikiran kita pada apa yang sedang dibicarakan oleh seseorang. Waktu yang sudah kita luangkan, telinga yang sudah kita siapkan akan sia-sia saja jika fokus kita tidak kesitu. Dengan perhatian yang penuh, kita akan dapat membawa diri kita masuk ke dalam masalah apa yang sebenarnya, kita menyelami alam pikiran si pembicara. Seperti yang dilakukan Tuhan Yesus juga sehingga ada dikatakan Yesus bisa menangis bersama mereka.

*Tidak Memilih
Hal lain dan tidak kalah pentingnya adalah: Yesus tidak pernah memilih2 siapa yang menjadi lawan bicaraNya.
Dari pelacur sampai pemungut cukai, orang kaya, anak2, semua dia layani. Karena dia mengasihi semuanya. Kecenderungan kita, pasti pilih2 dan meremehkan or mengkelas2kan orang. Jangankan pelacur atau anak kecil, ortu nich Orang Tua kita sendiri. Kadang2 kita malas sekali untuk melayani pembicaraannya. Dengan banyak alasan... yang nggak nyambung lah... yang nggak ngertilah... yang mengatur lah... Dan orang yang paling tepat untuk dijadikan temen berbicara adalah pacar tentunya... hehehe... or temen2 deket yang pasti asik untuk diajak bicara... (namanya aja temen dekat) pasti juga sudah melewati seleksi ketat yah...

*Menunggu
Mana ada orang mau menunggu orang lain untuk berbicara? Mungkin emang profesinya sebagai Psikiater kali? atau dokter jiwa... atau mungkin orang kurang kerjaan yah..??
Tetapi inilah yang dilakukan Tuhan terhadap kita anakNya. Dia selalu setia menunggu kita untuk berbicara. Dia merindukan saat dimana kita mencurahkan hati kepadanya. Dia sudah menyediakan jawaban2 bagi setiap permasalahan kita. Tinggal kitanya, tahu atau tidak kalau sedang ditunggu?
(Yoh. 16:24) Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.

Inilah cara Yesus. Inilah teladan Yesus. Sebagai pengikut Yesus, kita perlu untuk memikirkan dan mempraktekkan cara teladanNya. Karena kita dituntut untuk menjadi terang bagi semua orang, bukan cuma bagi pacar & orang terdekat!
Kita dituntut untuk tidak menjadi batu sandungan. Kita dituntut untuk menjadi garam dan lilin yang berguna. Bukan garam dan lilin yang disimpan sendiri. Dan yang terutama kita dituntut untuk terlibat dalam jaringan KASIHNYA.
Amin.

Yoh. 11:33
Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya...

Yoh. 11:35
Maka menangislah Yesus

Rm. 12:15
Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!

tugas ke-4"MACAM-MACAM ORGANISASI & SKEMA ORGANISASI"



ning sabar mawarni

2ka23

15109970

MACAM-MACAM ORGANISASI & SKEMA ORGANISASI

Berdasarkan proses pembentukanya:

· Organisasi Formal

Organisasi yang dibentuk secara sadar dan dengan tujuan-tujuan tertentu diatur dengan ketentuan-ketentuan formal baik dalam anggaran dasar maupun anggaran rumah tangga, kegiatan atau hubungan yang terjadi adalah hubungan jabatan sebagaimana diatur dalam ketentuan tertulis

· Organisasi Informal

Terbentuk tanpa disadari sepenuhnya, tujuan tidak jelas, anggaran dasar serta anggaran rumah tangga tidak ada, hubungan terjalin secara pribadi

Berdasarkan Kaitan Hubungan dengan Pemerintah:

· Organisasi Resmi, Organisasi yang di bentuk dengan pemerintah dan atau harus terdaftar dalam lembaran Negara.

· Organisasi Tidak Resmi, Organisasi yang tidak ada hubunganya dengan pemerintah dan atau tidak terdaftar dalam lembaran Negara

Berdasarkan Skalanya:

  1. Organisasi besar
  2. Organisasi sedang
  3. Organisasi kecil

Berdasarkan tujuannya:

· Organisasi Sosial, Organisasi yang tujuan utamanya memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa memperhitungkan untung rugi

· Organisasi Perusahaan, Organisasi yang didirikan dengan tujuan komersil atau mencari keuntungan

Berdasarkan bagan organisasi:

  1. Segitiga Vertikal
  2. Segitiga Horosontal
  3. Kerucut Vertikal Horisontal
  4. Lingkaran
  5. Setengah lingkaran
  6. Oval

Berdasarkan Tipe atau bentuknya:

Dalam perkembangan untuk saat ini pada pokoknya ada 6 bentuk organisasi yang perlu diperhatikan. Bentuk organisasi tersebut adalah:

    1. ORGANISASI LINI (LINE ORGANIZATION)

Diciptakan oleh Henry Fayol, Organisasi lini adalah suatu bentuk organisasi yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dengan bawahan, sejak dari pimpinan tertinggi sampai dengan jabatan-jabatan yang terendah, antara eselon satu dengan eselon yang lain masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau komando. Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer. Organisasi Lini hanya tepat dipakai dalam organisasi kecil. Contohnya; Perbengkelan, Kedai Nasi, Warteg, Rukun tetangga

Ciri-ciri:

¨ Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat langsung dengan satu garis wewenang

¨ Jumlah karyawan sedikit

¨ Pemilik modal merupakan pemimpin tertinggi

¨ Belum terdapat spesialisasi

¨ Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan

    1. ORGANISASI LINI DAN STAF (LINE AND STAFF ORG)

Merupakan kombinasi dari organisasi lini, asaz komando dipertahankan tetapi dalam kelancaran tugas pemimpin dibantu oleh para staff, dimana staff berperan memberi masukan, bantuan pikiranm saran-saran, data informasi yang dibutuhkan:

Ciri-ciri:

§ Hubungan atasan dan bawahan tidak bersifat langsung

§ Pucuk pimpinan hanya satu orang dibantu staff

§ Terdapat 2 kelompok wewenang yaitu lini dan staff

§ Jumlah karyawan banyak

§ Organisasi besar, bersifat komplek

§ Adanya spesialisasi

    1. ORGANISASI FUNGSIONAL (FUNCTIONAL ORG)

Diciptakan oleh Frederick W. Taylor, Organisasi ini disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan, masalah pembagian kerja merupakan masalah yang menjadi perhatian yang sungguh-sungguh.

Ciri-ciri:

© Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan

© Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan

© Pekerjaan lebih banyak bersifat teknis

© Target-target jelas dan pasti

© Pengawasan ketat

© Penempatan jabatan berdasarkan spesialisasi

    1. ORGANISASI LINI & FUNGSIONAL (LINE & FUNCTIONAL ORG)

Suatu bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada perkepala unit dibawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu dan selanjutnya pimpinan tertinggi tadi masih melimpahkan wewenang kepada pejabat fungsional yang melaksanakan bidang pekerjaan operasional dan hasil tugasnya diserahkan kepada kepala unit terdahulu tanpa memandang eselon atau tingkatan.

Ciri-ciri:

ª Tidak tampak adanya perbedaan tugas-tugas pokok dan tugas-tugas yang bersifat bantuan.

ª Terdapat spesialisasi yang maksimal

ª Tidak ditonjolkan perbedaan tingkatan dalam pemabagian kerja

    1. ORGANISASI LINI, FUNGSIONAL DAN STAF (LINE, FUNCTIONAL AND STAFF ORG)

Organisasi ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari organisasi berbentuk lini dan fungsional.

Ciri-ciri:

© Organisasi besar dan kadang sangat ruwet

© Jumlah karyawan banyak.

© Mempunyai 3 unsur karyawan pokok:

˜ Karyawan dengan tugas pokok (line personal)

˜ Karyawan dengan tugas bantuan (staff personal)

˜ Karyawan dengan tugas operasional fungsional (functional group)

    1. ORGANISASI KOMITE (COMMITE ORG)

Suatu organisasi dimana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu lainnya dilaksakan secara kolektif.

Ciri-ciri:

Ž Adanya dewan dimana anggota bertindak secara kolektif

Ž Adanya hak, wewenang dan tanggung jawab sama dari masing-masing anggota dewan.

Ž Asas musyawarah sangat ditonjolkan

Ž Organisasinya besar & Struktur tidak sederhana

Ž Biasannya bergerak dibidang perbankan, asuransi, niaga.

2. SKEMA ORGANISASI

Skema atau bagan organisasi adalah suatu lukisan yang dimaksudkan untuk menggambarkan susunan organisasi baik mengenai fungsi, bidang, tingkatan maupun rentang kendalinya.

Macam-macam Skema Organisasi:

ö Berdasarkan teknik atau cara membuatnya:

Ž Skema organisasi Tegak Lurus dari atas kebawah

Ž Skema organisasi Mendatar dari kiri kekanan

Ž Skema organisasi gabungan Tegak Lurus dan Mendatar

Ž Skema Organisasi Lingkaran

Ž Skema Organisasi Gambar

ö Berdasarkan isi atau fungsi didalamnya:

Ž Skema Organisasi Fungsional:

Menjelaskan tentang letak dari fungsi-fungsi tugas dalam hubungannya dengan fungsi-funsi yang lain.

Ž Skema Organisasi Jabatan

Menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan jabatan masing-masing.

Ž Skema Organisasi Nama

Menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan nama-nama para pejabat yang bersangkutan.

Ž Skema Organisasi Nama dan Jabatan

Menggabungkan antara masing-masing jabatan dengan masing-masing nama para pejabat dalam suatu organisasi.

Ž Skema Organisasi Struktur

Menjelaskan tingkatan jenjang antara unit-unit dalam organisasi tersebut.

Soal :
1. Jelaskan syarat komunikasi yang baik dan berhasil
2. Apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi penyimpangan data yang efisien dan fleksibel
3. Sebutkan cara peyusunan paper/warkat yang saudara ketahui
4. Sebutkan Prinsif dalam dari Tata Kerja, Sistem Kerja dan Prosedur Kerja

Jawab :
1. Syarat-syarat komunikasi dengan baik yaitu :
• Usahakan agar kita sendiri mencapai keterangan yang lengkap
• Usahakan agar terdapat adanya kepercayaan pada kedua belah pihak.
• Usahakan untuk mencapai dasar pengalaman yang sama.
• Gunakanlah kata-kata yang dikenal oleh masing-masing pihak.
• Usahakanlah agar perhatian fihak yang menerima intruksi tetap ada.
• Perhatikanlah hubungan-hubungan.
• Gunakanlah contoh-contoh dan alat-alat visual.
• Praktekanlah penangguhan reaksi.

2. Cara mengatasi penyimpangan social yang efisien :
a. Sanksi yang tegas
Apa itu sanksi? Sanksi yaitu persetujuan atau penolakan terhadap perilaku tertentu. Persetujuan adalah sanksi positif, sedangkan penolakan adalah sanksi negatif yang mencakup pemulihan keadaan, pemenuhan keadaan dan hukuman. Sanksi diperlukan untuk menjamin tercapainya tujuan dan dipatuhinya norma-norma. Pada pelaku penyimpangan sudah selayaknya mendapatkan sanksi yang tegas, yang berupa hukuman yang tegas sesuai dengan undang-undang yang berlaku demi pemulihan keadaan masyarakat untuk tertib dan teratur kembali.


b. Penyuluhan-penyuluhan
Melalui jalur penyuluhan, penataran ataupun diskusi-diskusi dapat disampaikan kepada masyarakat penyadaran kembali pelaksanaan nilai, yang berlaku yang telah dilanggarnya, harus melalui penyuluhan secara terus-menerus dan berkesinambungan. Terlebih-lebih pada pelaku tindak kejahatan/kriminal. Peran lembaga-lembaga agama, kepolisian, pengadilan, Lembaga Permasyarakatan (LP) sangat diharapkan untuk mengadakan penyuluhan-penyuluhan tersebut.

3. system penyusunan papers menurut abjad
Penyusunan papers berdasarkan abjad ini masih dibagi lagi menjadi beberapa bagian misalnya berdasarkan :
a. Nama orang, nama pendaftar, nama mahasiswa dan sebagainya.
b. Masalah yang akan dibahas, topik yang dibicarakan.
Untuk mempermudah penempatan dan penemuan kembali papers – papers yang bersangkutan maka sebaiknya dalam tempat penyimpanan papers pada awal nama diselipkan huruf abjad yang sesuai dengan nama depan atau huruf depannya misalnya untu setiap pengatian nama atau topik ditulis kedalam lembaran yang menonjol sehingga mudah dlama mencari topik atau nama yang lainya. system penyusunan papers menurut subyek Penyusunan papers menurut subyek ini merupakan modifikasi dari penyusunan papers menurut abjad.

4. Tata kerja : merupakan cara pekerjaan dengan benar dan berhasil guna atau bias mencapai tingkat efisien yang maksimal.
Prosedur : merupakan tahapan dalam tata kerja yang harus dilalui suatu pekerjaan baik mengenai dari mana asalnya dan mau menuju mana, kapan pekerjaan tersebut harus diselesaikan maupun alat apa yang harus digunakan agar pekerjaan tersebut dapat diselesaikan.
Sistem : merupakan susunan antara tata kerja dengan prosedur yang menjadi satu sehingga membentuk suatu pola tertentu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.