Senin, 11 April 2011

"BERUANG KUTUP"

Beruang yang Gemar Madu

Beruang, terkenal dengan bulu tebalnya dan kegemarannya makan madu, memiliki penglihatan dan pendengaran yang kurang peka. Lalu, kalian mungkin bertanya, bagaimana mereka mendapatkan madu? Baiklah, dengan hidung panjang yang dikaruniakan Allah kepada mereka. Hidung mereka atau daya penciuman mereka yang tajam memastikan mereka menemukan madu terbaik di sekitarnya.

Kalian barangkali mengetahui bahwa beruang tampak kaku dalam penampilan. Tapi jangan sesekali berpikir mereka itu lamban. Sungguh, mereka dapat berlari 48 kilometer per jam. Perlu juga kami sebutkan bahwa mereka sangat kuat. Dengan tubuhnya yang berukuran 2 – 3 meter, beberapa jenis beruang memanjat hingga cabang atas pohon dan menghabiskan waktu di sana. Beruang, yang biasanya makan tanaman, bahkan mampu menmanjat sampai 30 meter untuk menemukan makanannya.

Sekali beruang menemukan sarang lebah, ia menghantamnya beberapa kali dengan cakarnya, yang menyebabkan lebah-lebah dalam sarang pergi. Kemudian ia memakan madunya dengan lahap. Tapi, kalian jangan pernah mencobanya! Karena, lebah-lebah akan menyengatmu dan kalian bisa sakit karenanya. Namun, bulu tebal yang dikaruniakan Tuhankepada beruang melindungi mereka dari sengatan lebah-lebah itu. Jadi, mereka dapat dengan mudah mendapatkan madu tanpa masalah.

Beruang yang tidur di musim gugur tidak pernah meninggalkan sarang di mana mereka tidur berselimut ranting-ranting dan rerumputan kering hingga musim semi. Sebelum masa tidur panjang tersebut, mereka banyak makan , terutama buah cemara dan buah chestnut, sehingga lapisan lemak pada bagian bawah kulitnya menjadi tebal. Mereka harus menyimpan lemak dalam tubuh mereka. Hal ini dikarenakan sebelum musim semi berat badan mereka akan turun banyak. Jika seorang manusia kehilangan berat badan sebanyak itu, mereka akan segera mati. Akan tetapi, beruang dapat bertahan meskipun mereka sangat banyak kehilangan berat tubuh.

Melahirkan merupakan alasan lain mengapa beruang menghabiskan waktunya di gua-gua. Beruang biasanya melahirkan tiga ekor bayi, dan menyusui mereka hingga musim semi. Selama waktu itu mereka tidak meninggalkan gua. Bayi-bayi beruang lahir dalam keadaan buta, tidak bergigi, dan tidak berbulu. Sekali bayi-bayi itu meninggalkan gua, induk beruang harus melindungi mereka. Jika tidak, mereka mungkin akan terbunuh oleh pemburu atau beruang jantan.

Tuhan kita, yang Maha Pengasih dan Penyayang, mencukupkan kebutuhan semua makhluk-Nya dan melindungi mereka. Demikian pula, Dia telah menyediakan bagi bayi-bayi beruang yang manis segala sesuatu yang mereka perlukan untuk dapat bertahan dan agar tidak tersakiti. Tuhan telah menjamin keamanan bagi mereka melalui induknya yang kuat yang tak pernah meninggalkan mereka.


Boneka Salju Raksasa: Beruang Kutub

Jika kalian melihat seekor beruang kutub, yang merupakan salah satu binatang terbesar di dunia ini, kalian barangkali akan mengiranya sebagai boneka salju. Boneka salju raksasa ini berbobot sekitar 800 Kg dan tingginya sekitar 2,5 meter. Kumpulkan 10 orang dewasa dan seberat merekalah seekor beruang kutub.

Beruang kutub mempunyai ciri-ciri menakjubkan yang memungkinkan mereka hidup di kutub utara. Meskipun beriklim kutub, banyak es dan badai salju, karena kebesaran Allah, lapisan lemak tebal yang berada di bawah kulit beruang kutub melindunginya dari kedinginan. Bulunya tebal, lebat, panjang dan halus. Pernahkah kalian berfikir mengapa beruang kutub dengan ciri khas seperti itu tidak hidup di gurun Afrika? Tentu saja jawabannya adalah bahwa Allah menciptakan beruang kutub sesuai dengan kondisi lingkungan dimana ia tinggal. Coba pikirkan sejenak! Jika beruang kutub hidup di gurun, ia tidak dapat bertahan dalam iklim panas gurun semenitpun.

Apa yang membuat beruang kutub berbeda dengan beruang-beruang lainnya adalah, ia tidak suka tidur di musim dingin. Hanya beruang betina, terutama yang sedang hamil, akan tidur panjang di musim dingin. Allah, ar-Razzaq, yang selalu memberi rizqi kepada mahluk-Nya, telah menyediakan makan bagi bayi beruang yang baru lahir. Susu beruang kutub mengandung sangat banyak lemak. Susu berlemak inilah yang sangat dibutuhkan oleh bayi beruang. Mereka tumbuh sangat cepat berkat susu berlemak ini, dan mereka siap keluar dari gua di musim semi.

Pernahkah kalian berfikir bahwa beruang kutub adalah perenang dan penyelam yang hebat ? Benar ! Beruang kutub sangat pandai berenang dan menyelam. Ketika berenang, mereka menggunakan kaki depannya. Allah telah memudahkan hidup beruang kutub dengan kemampuannya menggunakan kaki tersebut sebagai dayung. . Selain itu, di dalam air, mereka dapat menutup lubang hidung, dan tetap membuka matanya, kemudian kakinya yang berselaput, mirip dengan bebek, menjadikannya perenang yang mahir.

Beruang kutub hidup di kawasan terdingin di dunia seperti Kutub Utara, Kanada Utara dan Siberia Utara. Tapi kaki beruang kutub tak pernah kedinginan. Kalian pasti tidak tahan ketika tangan atau kaki kalian diletakkan di atas es selama beberapa menit. Namun hebatnya, beruang kutub tidak pernah merasakan dinginnya es karena bulunya yang tebal. Allah telah memberikan keistimewaan ini sehingga mereka tidak pernah kedinginan. Jika saja kulit mereka sama dengan kulit manusia, tentu mereka tidak akan bertahan hidup di kutub. Terlebih lagi, lapisan lemak setebal 10 cm di bawah kulit mereka menjadi penahan panas. Oleh karena itu, di air sedingin es, mereka dapat berenang sejauh 2000 km dengan kecepatan 10-11 kilometer per jam.

Tahukah kalian mengapa warna beruang kutub putih atau putih kecoklatan? Jika kita perhatikan, susah diketahui ada beruang putih di antara salju yang menutupi sungai-sungai dan lempengan es kutub utara yang membentang ribuan kilometer. Bayangkan bagaimana sulitnya mereka bersembunyi jika warna kulitnya hitam seperti burung gagak atau berwarna-warni seperti burung betet yang hidup di hutan tropis.

Beruang kutub mempunyai indra penciuman yang sangat tajam sehingga mereka mengetahui adanya bau anjing laut yang bersembunyi di bawah lapisan salju setebal 1,5 m. Ketika berburu, mereka juga menggunakan berbagai taktik. Sekarang bayangkan beruang kutub dengan bulu putih saljunya. Apakah kalian mengira seseorang akan mudah melihatnya jika ia menelungkup di atas salju? Jika kalian hanya memperhitungkan bulunya yang putih, kalian pasti menjawab “tidak”. Tapi ingat bahwa beruang kutub mempunyai hidung yang berwarna hitam. Di atas salju yang berwarna putih, hidung ini membuat penyamarannya tidak sempurna. Tapi beruang kutub melakukan sesuatu yang cerdik untuk mengatasi hal itu. Ia menutupi hidungnya dengan kaki depannya yang putih. Sekarang penyamarannya sempurna dan ia menunggu mangsa yang mendekatinya.

Hal ini patut memperoleh perhatian khusus karena untuk mempunyai taktik seperti itu, beruang kutub pasti cerdik. Renungkan sejenak, beruang kutub ini tahu bahwa warna putih bulunya sangat cocok dengan lingkungan tempat dia hidup. Terlebih lagi, mereka cukup pandai untuk menyadari perlunya menutupi hidung hitamnya, satu-satunya penghalang penyamarannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar