Minggu, 29 April 2012

BAHASA INDONESIA 2# " MUSEUM KEBANGKITAN NASIONAL"


 TULISAN BEBAS KE-2
NING SABAR MAWARNI
15109970
3KA23
BAHASA INDONESIA 2#

Museum Kebangkitan Nasional adalah sebuah museum yang memamerkan berbagai koleksi benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan sejarah kebangkitan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaannya. Museum ini menempati gedung tua bekas sekolah kedokteran yang didirikan oleh Belanda untuk orang-orang bumiputra bernama STOVIA (School Tot Opleiding Van Inlandsche Arsten). Bekas gedung sekolah kedokteran ini mulai dibangun sejak tahun 1899 M dan selesai pada tahun 1901 M. Di gedung ini, para mahasiswa bumiputra dari berbagai daerah di Indonesia dididik selama 7—9 tahun dan diharuskan tinggal dalam sebuah asrama sekolah.
Gedung STOVIA merupakan tempat berkumpulnya orang-orang terpelajar bumiputra dari berbagai daerah di Nusantara. Di gedung inilah bibit-bibit nasionalisme dan kebangkitan bangsa Indonesia mulai bersemai, tumbuh, dan menyebar. Pada tanggal 20 Mei 1908, di gedung ini telah lahir organisasi pergerakan nasional Budi Utomo yang dipelopori oleh beberapa mahasiswa STOVIA, antara lain dr. Sutomo, dr. Ciptomangunkusumo, dr. Wahidin Sudirohusodo, dan dr. Setiabudi (Douwes Dekker). Kemunculan organisasi ini, dalam catatan sejarah, dianggap sebagai tonggak penting dalam proses terbentuknya kesadaran nasional untuk melawan penjajah Belanda.
Tanggal lahir organisasi Budi Utomo kemudian ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia sebagai hari Kebangkitan Nasional. Pada masa pendudukan Jepang, yakni tahun 1942, gedung eks STOVIA ini difungsikan sebagai penjara bagi tentara Belanda yang menjadi tawanan perang. Pada tahun 1920 pendidikan Stovia dipindahkan ke Gedung baru, di Jl. Salemba No. 6, karena gedung lama tidak memenuhi syarat lagi untuk pendidikan kedokteran. Pada tahun 1925 Gedung Stovia digunakan untuk pendidikan MULO (setingkat SMP), AMS (setingkat SMA), dan Sekolah Asisten Apoteker. Sekolah ini berlangsung sampai tahun 1942, karena sejak kedatangan bala tentara Jepang (1942-1945) gedung ini digunakan untuk tempat penampungan bekas tentara Belanda (sebagai tawanan perang).
Setelah Indonesia merdeka, gedung tua bekas sekolah STOVIA tersebut masih berdiri kokoh dan baru direnovasi oleh Pemerintah DKI Jakarta pada tanggal 6 April 1973. Setelah beberapa lama, gedung ini diresmikan oleh Presiden Soeharto menjadi Gedung Kebangkitan Nasional, dan pada tanggal 27 September 1982 pengelolaannya dialihkan dari Pemerintah DKI Jakarta kepada Pemerintah Indonesia (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan). Dengan kewenangan ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melalui SK Mendikbud No. 030/0/1984 akhirnya menetapkan penyelenggaraan sebuah museum di dalam Gedung Kebangkitan Nasional dengan nama Museum Kebangkitan Nasional.

BAHASA INDONESIA 2# "MUSEUM BAHARI"



TULISAN BEBAS 1 :
BAHASA INDONESIA 2#
NING SABAR MAWARNI 
15109970 

Museum Bahari menyimpan 126 koleki benda-benda sejarah kelautan. Terutama kapal dan perahu-perahu niaga tradisional. Di antara puluhan miniatur yang dipajang terdapat 19 koleksi perahu asli dan 107 buah miniatur, foto-foto dan biota laut lainnya.

Adalah bekas gudang rempah-rempah VOC Belanda, terletak di tepi Teluk Jakarta yang indah. Dahulu kala tempat itu menjadi pusat perniagaan penting. Begitu sibuknya sehingga perlu penjagaan ketat, Kapal-kapal besar dan kecil hilir-mudik mengangkut rempah-rempah, berupa cengkeh, buah pala, lada, kayu manis, kayu putih, tembakau, kopra, daun teh, biji kopi dan lain-lain diangkut ke Eropa dan beberapa negara lain di dunia.

Hasil bumi Nusantara ini menjadi monopoli komoditi penting perusahaan dagang VOC (Vereningde Indische Compagnie) Belanda. Hingga kini gudang tua itu masih bertengger dan terkesan angker. Cocok diubah fungsinya sebagai museum yang menyimpan benda-benda sejarah kelautan.


Bangunan tahun 1652

Bangunan berlantai tiga itu didirikan tahun 1652 oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda di Batavia. Tepatnya di jalan Pasar Ikan Jakarta Utara, menghadap Teluk Jakarta. Disebelah kanan tak jauh dari gudang induk dibangun menara. Sekarang dikenal dengan nama Menara Syahbandar dibangun tahun 1839 untuk proses administrasi keluar masuknya kapal sekaligus sebagai pusat pengawasan lautan dan daratan sekitar.

Secara signifikan gudang tersebut mengalami perubahan. Tahun perubahan itu dapat dilihat pada pintu-pintu masuk. Di antaranya tahun 1718, 1719 dan 1771. Pada masa pendudukan Jepang, tepatnya ketika perang dunia II meletus (1939-1945) gudang tersebut menjadi tempat logistik peralatan militer tentara Dai Nippon. Setelah Indonesia Merdeka difungsikan untuk gudang logistik PLN (Perusahaan Listrik Negara) dan PTT (Post Telepon dan Telegram)

Sejauh ini gudang bersejarah itu tampak lebih utuh setelah direnovasi Pemda DKI Jakarta dan diresmikan menjadi Museum Bahari pada 7 Juli 1977 oleh Ali Sadikin, yang pada waktu itu menjabat Gubernur DKI Jakarta. Di perut Museum Bahari tersimpan benda-benda sejarah berupa kapal dan perahu-perahu asli maupun miniatur. Mengingatkan kepada kita bahwa sejak jaman dahulu kala ‘nenek moyangku orang pelaut’. Ada kebanggaan ‘kebaharian’ dari bangsa pemberani di dalam mengarungi samudra luas dan ganas.


Dari perahu Bugis ke Kapal VOC


Di antara materi sejarah bahari yang dipajang antara lain perahu tradisi asli Lancang Kuning (Riau), Perahu Phinisi Bugis (Sulawesi Selatan), Jukung Karere (Irian) berukuran panjang 11 meter. Miniatur Kapal VOC Batavia, miniatur kapal latih Dewa Ruci, biota laut, foto-foto dan sebagainya. Museum ini selain sebagai pusat informasi budaya kelautan, juga menjadi tempat wisata pendidikan bagi leluhur baru yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai sejarah kebaharian bangsa tempo dulu.

Arsitek kolonial Belanda betul-betul mempersiapkan bangunan berlantai tiga itu secara matang. Agar dapat bertahan lama terhadap gempuran badai laut tropis yang mengandung garam. Tembok sekeliling gudang sangat tebal, tiang-tiag penyangga langit-langitnya pun kokoh. Menggunakan kayu ulin (kayu besi) berukuran besar sehingga tak gampang keropos dari gangguan cuaca mau pun rayap. Tiang-tiang penyangga itu berjajar ditiap lantai ruangan yang luas lagi lebar. Bayangkan, sejak gudang itu dibangun hingga sekarang, tiang penyangganya masih kokoh. Udara ruangan pun tetap terjaga. Dengan demikian rempah-rempah yang tersimpan disitu bisa bertahan lama tak gampang membusuk. Rancangan teknis pengaturan sirkulasi udara menjadikan seluruh ruangan terasa sejuk. Sehingga rempah-rempah itu tetap segar sebelum dikirim keberbagai tempat nan jauh. Pengaturan sirkulasi udara itu diupayakan dengan menempatkan puluhan jendela berukuran besar pada tiap ruangan. Bahkan jendela-jendela lebar itu selalu terbuka siang -malam sepanjang masa.

Kamis, 05 April 2012

tugas bahasa indonesia 2# " PEMANFAATAN E-LEARNING SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN"

Perkembangan teknologi informasi (TI) yang sangat pesat membawa dampak yang begitu besar bagi pola hubungan antar individu, antar komunitas, bahkan antar negara atau bangsa. (Wahid, 2007). Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi ini telah mengubah pemikiran baru di masyarakat, peran ilmu pengetahuan sangatlah menonjol yang menuntut sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dan keterampilan yang tinggi dalam mengikuti perkembangan teknologi dan informasi. Sehingga  tidak terjadi ketimpangan antara perkembangan ilmu pengetahuan yang didukung perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan  kemampuan Sumber Daya Manusia yang ada.(Sembel, 2004)
Perkembangan teknologi informasi saat ini, terutama internet, mampu menghadirkan ruang-ruang interaksi virtual serta menyediakan informasi/resources dalam jumlah yang melimpah yang bisa diakses secara cepat. Dengan demikian berbagai aktivitas keseharian termasuk di dalamnya aktivitas pendidikan sebenarnya bisa dilakukan dengan lebih mudah, murah, efisien, serta demokratis. Jika pada masa lalu sumber pengetahuan terpusat pada institusi-institusi pendidikan formal maka saat ini sumber pengetahuan tersebar di berbagai lokasi yang melintasi batas-batas institusi, geografis maupun negara.(Wahono, 2008)
Dengan demikian seharusnya guru atau dosen tidak lagi memposisikan diri sebagai pemegang otoritas pengetahuan namun lebih sebagai mediator yang berperan untuk memfasilitasi berlangsungnya proses belajar yang lebih partisipatif. Konsekuensi dari hal ini adalah selayaknya paradigma yang digunakan bukan lagi menekankan pada aspek teaching (mengajar) namun lebih menitikberatkan pada proses learning (belajar). (Syahrul dkk, 2004)
Dalam kondisi demikian sangat mungkin kualitas seorang siswa lebih baik dari kepandaian seorang guru/dosen. Proses yang lebih menekankan pada learning menempatkan guru/dosen dan siswa/mahasiswa sebagai ‘mitra’ belajar. Guru/dosen menempatkan diri sebagai fasilitator dari siswa/mahasiswa yang tidak berhak memaksakan pendapatnya, siswa menempatkan dirinya sebagai aktor pembelajar aktif yang memahami kebutuhan dirinya dan mengupayakan pencapaian pemahaman akan pengetahuan secara mandiri. Dan untuk menuju kesana siswa/mahasiswa bisa mengoptimalkan web, homepage, search engine dan fasilitas-fasilitas lain yang tersedia saat ini, seperti dibanyak perguruan tinggi atau kampus-kampus yang sudah memiliki fasilitas e-learning, digital library dan lain sebagainya.
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, kebutuhan akan suatu konsep dan mekanisme belajar mengajar (pendidikan) berbasis TI menjadi tak terelakkan lagi. Konsep yang kemudian terkenal dengan sebutan e-learning ini membawa pengaruh terjadinya proses transformasi pendidikan konvensional ke dalam bentuk digital, baik secara isi (content) dan sistemnya. Saat ini konsep e-learning sudah banyak diterima oleh masyarakat dunia, terbukti dengan maraknya implementasi e-learning di lembaga pendidikan (sekolah, training dan universitas) maupun industry (Cisco, IBM, Oracle, dsb). (Warto, 2009). E-learning adalah sebuah proses pembelajaran yang berbasis elektronik. Salah satu media yang digunakan adalah jaringan komputer. Dengan dikembangkannya di jaringan komputer memungkinkan untuk dikembangkan dalam bentuk berbasis web, sehingga kemudian dikembangkan ke jaringan komputer yang lebih luas yaitu internet, inilah makanya sistem e-learning dengan menggunakan internet disebut juga internet enabled learning. Penyajian e-learning berbasis web ini bisa menjadi lebih interaktif. Informasi-informasi perkuliahan juga bisa real-time. Begitu pula dengan komunikasinya, meskipun tidak secara langsung tatap muka, tapi forum diskusi perkuliahan bisa dilakukan secara online dan real time. Sistem e-learning ini tidak memiliki batasan akses, inilah yang memungkinkan perkuliahan bisa dilakukan lebih banyak waktu. Kapanpun mahasiswa bisa mengakses sistem ini. Aktifitas perkuliahan ditawarkan untuk bisa melayani seperti perkuliahan biasa. Ada penyampaian materi berbentuk teks maupun hasil penyimpanan suara yang bisa di download, selain itu juga ada forum diskusi, bisa juga seorang dosen memberikan nilai, tugas dan pengumuman kepada mahasiswa. (Warto, 2009).
Selanjutnya sebagai suatu sistem yang menggabungkan beberapa konsep dan teori pembelajaran, maka e-learning memiliki karakteristik, diantaranya adalah :
  1. Non-linearity, Pemakai (user) bebas untuk mengakses objek pembelajaran dan terdapat fasilitas untuk memberikan persyaratan tergantung pada pengetahuan pemakai.
  2. Self-managing, Dosen dapat mengelola sendiri proses pembelajaran dengan mengikuti struktur yang telah dibuat.
  3. 3. Feedback-Interactivity, Pembelajaran dapat dilakukan dengan interaktif dan disediakan feedback pada proses pembelajaran.
  4. 4. Multimedia-Learners style, E-learning menyediakan fasilitas multimedia. Keuntungan dengan menggunakan multimedia, siswa dapat memahami lebih jelas dan nyata sesuai dengan latar belakang siswanya.
  5. 5. Just in time, E-learning menyediakan kapan saja jika diperlukan pemakai, untuk menyelesaikan permasalahan atau hanya ingin meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan.
  6. 6. Dynamic Updating, Mempunyai kemampuan memperbaharui isi materi secara online pada perubahan yang terbaru.
  7. 7. Easy Accessibility/Access Ease, Hanya menggunakan browser (dan mungkin beberapa device yang terpasang).
  8. 8. Collaborative learning, Dengan tool pembelajaran memungkinkan bisa saling interaksi, maksudnya bisa berkomunikasi secara langsung pada waktu yang bersamaan (synchronous) atau berkomunikasi pada waktu yang berbeda (asynchronous). Pemakai bisa berkomunikasi dengan pembuat materi, siswa yang lain. (Team, Univ. Utrech&UNPAD, 2004)

tugas BAHASA INDONESIA 2# "Ibu Rumah Tangga dan Teknologi "

Kemarin saya berkesempatan bicara di event yang diadakan UKM Center UI. Dalam event ini, hadir para pengusaha UKM yang bisnisnya telah berjalan secara offline dan sangat tertarik untuk memperluas pasarnya lewat media online. Dari puluhan peserta yang hadir, setengahnya adalah para ibu rumah tangga yang berbisnis. Salah satu dari ibu yang hadir, saya prediksi usianya sudah di atas 45 tahun, tapi dia lah yang terakhir menghentikan saya seusai acara dan bertanya detail tentang website dan toko online. Keren sekali!
Sewaktu saya sharing tentang toko online saya Kutukutubuku.com di workshop wirausaha yang diadakan Majalah Femina, yang hadir juga semuanya perempuan yang sangat antusias untuk mulai berbisnis khususnya online. Mas Zacky, MC acara tersebut, berkata pada saya, “Sekarang lebih banyak perempuan ya mbak yang ingin berbisnis online!” Memang benar! Semakin banyak perempuan yang berminat terjun ke bisnis online. Mungkin karena modal relatif kecil, awalnya bisa dilakukan sambil mengasuh anak dan mengurus rumah tangga, bisnis berpotensi besar untuk maju serta mendapat profit besar dan… simply karena wanita adalah jagonya multitasking!

Ada yang bilang, halangan utama mereka dalam berbisnis online adalah karena gaptek alias gagap teknologi. Saya rasa ketidaktahuan akan teknologi itu bisa diatasi. Saya sarankan untuk membeli netbook yang powerful seperti Acer Aspire One, membeli modem untuk mobile internet, dan Anda bisa mulai latihan. Banyak orang yang mengaku nggak bisa menggunakan aplikasi di internet karena takut mencoba. Wah, mindset ini dulu yang harus dihapus. Be fearless! Kan, kita pasti akan bisa, jika terbiasa :)
Selain masalah penghasilan, dengan melek teknologi, ibu rumah tangga bisa mendapatkan banyak informasi melalui internet, untuk kebutuhan rumah tangga maupun urusan anak. Mulai dari resep makan siang, sekolah terbaik untuk anak, dokter yang recommended, artikel psikologi dan perkembangan anak, dan masih banyak lagi informasi yang bisa mencerdaskan ibu, yang otomatis mentransfer pengetahuan itu ke anak. Bukankah masa depan kita semua tergantung pada generasi muda yang sekarang sedang diasuh penuh kasih sayang oleh para ibu?
Jika Anda ibu rumah tangga dan ingin mulai berkarya, berikut beberapa tips dari saya:
  • Minta dukungan pasangan dan orang-orang terdekat Anda
  • Tentukan passion dan potensi diri Anda
  • Banyak membaca buku dan mencari informasi terkait
  • Mulailah mencoba ‘berenang’ di dunia internet
  • Pertahankan semangat belajar dengan sharing di community seperti BundaInBiz atau Tangan di Atas
  • Start NOW

Jumat, 16 Maret 2012

tulisan ke-2"bahasa indonesia 2#" tentang oracle

Keuntungan dari Statement COMMIT dan ROLLBACK
Ada 2 statement DCL yang penting yaitu COMMIT dan ROLLBACK, selain dari itu ada
SAVEPOINT. Perintah COMMIT menandai perubahan secara permanen pada data. Sedangkan
ROLLBACK mengembalikan keadaan sesuai dengan titik (keadaan) yang ditandai dengan
SAVEPOINT, atau jika ROLLBACK tidak diberi parameter maka keadaan akan dikembalikan pada
titik perubahan yang terakhir.
Dengan menggunakan COMMIT dan ROLLBACK maka :
· Dapat dipastikan konsistensi data
· Dapat ditampilkan perubahan data sebelum membuat perubahan tersebut menjadi permanen.
· Dapat dilakukan pengelompokan secara logika operasi-operasi yang berelasi

Pemrosesan Transaksi secara Implisit
Transaksi akan diproses secara implicit atau dilakukan operasi COMMIT secara otomatis, untuk
keadaan berikut :
· Setelah Statement DDL diberikan
· Setelah Statement DCL diberikan
· Proses exit secara normal dari SQL*PLUS.
Sedangkan perintah ROLLBACK secara otomatis akan dijalankan jika terjadi kondisi yang abnormal
atau terjadi system failure.

Status Data sebelum COMMIT atau ROLLBACK
Status data sebelum COMMIT atau ROLLBACK :
· Current user dapat menampilkan hasil dari operasi DML melalui statement SELECT
· Sedangkan user yang lain tidak dapat menampilkan hasil dari operasi DML
· Baris yang berpengaruh akibat dari perintah DML akan di-locked, sehingga user lain tidak
dapat melakukan perubahan terhadap baris tersebut.

tulisan 1 "bahasa indonesia 2#" Galaksi, Rasi dan Tata Surya

Galaksi, Rasi dan Tata Surya
1. Galaksi adalah kumpulan raksasa yang terdiri dari bintang, gas, dan debu, ketiganya saling mengikat karena adanya gaya gravitasi. Manusia hidup di galaksi Bimasakti yang memiliki sekitar 200 milyar bintang bintang, dan matahari merupakan salah satu dari bintang bintang tersebut.
2. Kelompok bintang dalam galaksi yang sama membentuk susunan tertentu disebut rasi.
3. Sistem Tata Surya merupakan kumpulan bintang, planet dan benda~benda langit yang lain sehingga membentuk susunan tertentu. Misalnya, tata surya kita terdiri dari matahari; sembilan planet: Merkurius, 7 Venus, Burni, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Pluto; dan terdapat sabuk asteroid antara planet Mars dan Yupiter.
Bumi dan bulan dalam Tata Surya
1. Dalam tata surya kita, semua planet mengelilingi matahari yang disebut revolusi. Planet juga berputar pada porosnya yang disebut rotasi. Setiap planet memiliki waktu revolusi dan rotasi yang.berbeda beda. Bumi kita berevolusi selama 365 ¼ hari (satu tahun) dan berotasi selama 24 jam (satu hari).Revolusi Bumi menyebabkan terjadinya perubahan musim dan rotasi Bumi menyebabkan terjadinya siang dan malam.
2. Bulan juga berotasi dan berevolusi, tetapi revolusi bulan terhadap Bumi bukan terhadap matahari. Karena waktu revolusi dan rotasi bulan sama, yaitu sekitar 29,5 hari, akibatnya permukaan bulan yang menghadap Bumi selalu tetap.
3. Gerhana matahari terjadi bila matahari, bulan dan bumi tersusun dalam.satu garis lurus. Gerhana bulan terjadi bila matahari, bumi dan bulan tersusun dalam satu garis lurus.
Penerbangan Angkasa Luar
4. Satelit buatan membantu manusia dalam mengumpulkan informasi-informasi ruang angkasa. Untuk menempatkan satelit pada orbitnya digunakan roket atau pesawat ulangalik.
5. Satelit Palapa milik Indonesia, termasuk jenis satelit komunikasi yang berfungsi antara lain memperluas transmisi siaran radio dan televisi
Bumi Kita
1. Lapisan dalam Bumi meliputi: inti dalam (padat dan panas), inti luar (cair dan panas), mantel (seperti aspal panas) dan kulit bumi (tempat manusia hidup).
2. Tiga bentuk dasar daratan: dataran rendah, dataran tinggi dan pegunungan.
3. Batuan adalah zat padat yang tersusun dari satu atau lebih mineral. Berdasar proses terbentuknya batuan dibedakan menjadi batuan beku, batuan sedimen dan batuan malihan (metamorf)
4. Pelapukan batuan adalah hancurnya batuan menjadi bagian bagian yang lebih kecil akibat proses alam. Hasil pelapukan dapat terbawa jauh dari tempat asalnya. Proses ini disebut pengikisan. Penyebab pengikisan antara lain: air, angin, gletser dan gravitasi.
5. Batuan dimanfaatkan di berbagai bidang, antara lain: industri, teknologi, elektronik, bahan bangunan, perabot rumah tangga, kedokteran, kecantikan dan perhiasan.
6. Batuan mengalami perubahan bentuk secara terus menerus, hingga kembali ke bentuk semula. Proses ini disebut siklus batuan.

Senin, 12 Maret 2012

Tugas 1 Bahasa Indonesia 2# " Menulis Sebagai Proses Berfikir"

Pengertian Menulis
Menulis dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan penyampaian pesan (komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya. Dalam komunikasi tulis terdapat empat unsur yang terlibat yaitu : (1) Penulis sebagai penyampai pesan, (2) Pesan atau isi tulisan, (3) Saluran atau media berupa tulisan, dan (4) Pembaca sebagai penerima pesan.
Menulis memiliki banyak manfaat yang dapat dipetik dalam kehidupan ini diantaranya adalah :
1. peningkatan kecerdasan,
2. pengembangan daya inisiatif dan kreatifitas,
3. penumbuhan keberanian, dan
4. pendorongan kemauan dan kemampuan mengumpulkan informasi.
Menurut Graves (1978), seseorang enggan menulis karena tidak tahu untuk apa dia menulis, merasa tidak berbakat menulis, dan merasa tidak tahu bagaimana harus menulis.
Smith (1981) mengatakan bahwa pengalaman belajar menulis yang dialami siswa di sekolah tidak terlepas dari kondisi gurunya sendiri. Umumnya guru tidak dipersiapkan untuk terampil menulis dan mengajarkannya. Karena itu, untuk menutupi keadaan yang sesuangguhnya muncullah berbagai mitos atau pendapat yang keliru tentang menulis dan pembelajarannya. Diantara mitos tersebut adalah :

1. Menulis itu mudah
Teori menulis atau mengarang, memang mudah. Gampang dihafal. Tetapi, menulis atau mengarang bukanlah sekedar teori, melainkan keterampilan. Bahkan, ada seni atau art di dalamnya. Teori hanyalah alat untuk mempercepat pemilikan kemampuan seseorang dalam mengarang. Seseorang tanpa dilibatkan langsung dalam kegiatan dan latihan menulis, tidak akan pernah mampu menulis dengan baik.

2. Kemampuan menggunakan unsur mekanik tulisan inti dari menulis
Seseorang perlu memiliki keterampilan mekanik seperti penggunaan ejaan, pemilihann kata, pengkalimatan, pengalineaan, dan pewacanaan dalam mengarang. Namuan, kemampuan mekanik saja tidak cukup, karangan harus mengandung ide, gagasan, perasaan, atau informasi yang akan diungkapkan penulis kepada orang lain.

3. Menulis itu harus sekali jadi
Tidak banyak orang yang dapat menulis sekali jadi. Bahkan, penulis profesional sekalipun. Menulis merupakan sebuah proses. Proses yang melibatkan tahap prapenulisan, penulisan, serta penyuntingan, perbaikan, dan penyempurnaan.

4. Orang yang tidak menyukai dan tidak pernah menulis dapat mengajarkan menulis
Seseorang yang tidak menyukai dan tidak pernah menulis tidak akan mungkin dapat mengajarkan seseorang menulis. Seseorang yang akan mengajarkan menulis harus dapat menunjukkan kepada muridnya manfaat dan nikmatnya menulis. Dia pun harus dapat mendemonstrasikan apa dan bagaimana mengarang.


Hubungan Menulis dengan Keterampilan Berbahasa yang lain

1. Hubungan Menulis dengan Membaca
Membaca dan menulis merupakan suatu kegiatan yang menjadikan penulis sebagai pembaca dan pembca sebagai penulis. Seseorang akan mempu menulis setelah membaca karya orang lain atau secara tidak langsung akan membaca karangannya sendiri. Ketika seseorang membaca karangan orang lain ia akan berperan juga seperti penulis, ia akan menemukan topik dan tujuan, gagasan, serta mengorganisasikan bacaan dari karangan yang dibaca.

2. Hubungan Menulis dengan Menyimak
Seseorang akan dapat menulis setelah mendapat inspirasi, ide, gagasan dengan menyimak dari berbagai sumber tak tercetak seperti radio, televisi, ceramah, pidato, wawancara, diskusi, dan obrolan.

3. Hubungan Menulis dengan Berbicara
Menulis dan berbicara keduanya merupakan keterampilan berbahasa yang bersifat aktif produktif, artinya penulis dan pembicara berperan sebagai penyampai atau pengirim pesan kepada pihak lain. Pesan yang disampaikan melalui media tulisan dapat diperoleh dari hasil berbicara. Dan sebaliknya seseorang berbicara dapat mengambil konsep atau informasi dari hasil tulisan sendiri atau orang lain.

Ragam Wacana
Karangan dapat disajikan kedalam lima bentuk atau ragam wacana, yaitu : deskripsi, narasi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi.

1. Deskripsi
Deskripsi adalah ragam wacana yang melukiskan atau menggambarkan suatu berdasarkan kesan-kesan dari pengamatan, pengalaman, dan perasaan penulisnya. Sasarannya adalah untuk menciptakan imajinasi pembaca sehingga dia seolah-olah melihat, mengalami, dan merasakan sendiri apa yang dilihatnya.

2. Narasi
Narasi adalah ragam wacana yang menceritakan proses kejadian suatu peristiwa. Sasarannya adalah memberikan gambaran yang sejelas-jelasnya kepada pembaca mengenai fase, langkah, urutan, atau rangkaian terjadinya suatu hal.

3. Eksposisi
Eksposisi adalah ragam wacana yang dimaksudkan untuk menerangkan , menyampaikan, atau menguraikan sesuatu hal yang dapat memperluas atau menambah pengetahuan dan pandangan pembacanya. Sasarannya adalah untuk menginformasikan sesuatu tanpa ada maksud mempengaruhi pikiran dan perasaan pembacanya.

4. Argumentasi
Argumentasi adalah ragam wacana yang dimaksudkan untuk meyakinkan pembaca mengenai kebenaran yang disampaikan dengan menyajikan secara logis, kritis, dan sistematis bukti-bukti yang dapat memperkuat keobjektifan dan kebenaran yang disampaikan oleh penulis.

5. Persuasi
Persuasi adalah ragam wacana yang ditujukan untuk mempengaruhi sikap dan pendapat pembaca mengenai sesuatu yang disampaikan. Dalam karangan ini bukti atau fakta yang digunakan hanya seperlunya saja yang bertujuan untuk mengajak atau mempengaruhi pembaca.

Menulis sebagai Proses
Dalam pembelajaran menulis terdapat beberapa pendekatan yang sering digunakan antara lain :
1. Pendekatan frekuensi menyatakan bahwa banyaknya latihan mengarang akan membantu meningkatkan keterampilan menulis seseorang
2. Pendekatan gramatikal menyatakan bahwa pengetahuan seseorang mengenai struktur bahasa akan mempercepat kemahiran dalam menulis
3. Pendekatan koreksi menyatakan bahwa seseorang dapat menjadi penulis yang baik apabila banyak mendapat masukan dari orang lain.
4. Pendekatan formal menyatakan bahwa keterampilan menulis akan diperoleh bila pengetahuan bahasa, pengalineaan, pewacanaan serta aturan menulis dikuasai dengan baik.

Menulis dikatakan sebagai proses karena menulis merupakan serangkaian aktivitas yang terjadi dan melibatkan tahap-tahap yaitu :
1. Tahap Prapenulisan merupakan fase persiapan menulisseperti menentukan topik dan tujuan karangan, mengumpulkan informasi serta membuat kerangka karangan.
2. Penulisan merupakan tahapa untuk mengembangkan ide atau informasi yang diperoleh pada tahap prapenulisan
3. Pascapenulisan merupakan tahap penghalusan dan penyempurnaan buram yang kita hasilkan


PENALARAN
Penalaran adalah suatu proses berpikir yang sistematis dan logis untuk memperoleh sebuah kesimpulan. Secara umum penalaran dapat dibedakan menjadi dua yaitu penalaran induktif dan penalaran deduktif.
Penalaran induktif adalah suatu proses berpikir yang bertolak dari hal-hal yang khusus menuju ke hal yang umum, maksudnya suatu proses yang dimulai dengan kalimat-kalimat penjeklas yang kemudian sampai pada sebuah kesimpulan yang sekaligus merupakan pikiran utama dari penjelasan-penjelasan tersebut.
Penalaran deduktif adalah suatu proses berpikir yang bertolak dari suatu yang umum menuju hal-hal yang khusus artinya dimulai dari pokok-pikiran utama kemudian dilanjutkan oleh kalimat-kalimat penjelas.
Penalaran deduktif menggunakan silogisme dan entimen sebagai alat penalarannya, sedangkan penalaran induktif menggunakan generalisasi, analogi dan hubungan kausal.
Dalam penalaran ada yang disebut salah nalar. Salah nalar artinya kekeliruan atau ketiadahubungan antara peristiwa, kasus atau alasan dengan kesimpulannya. Hal ini disebabkan karena kekurangcermatan, kecerobohan, ketidaktahuan atau sikap emosional. Dengan demikian salah nalar disebabkan oleh generalisasi yang terlalu luas, kerancuan analogi, kesalahan kausalitas, kesalahan relevansi dan kesalahan karena menyadarkan pendapat ataua alasan mengenai suatu masalah terhadap seorang tokoh di luar keahliannya.




KALIMAT EFEKTIF
Pilihan Kata
Kata adalah satuan bebas terkecil sebagai pengungkap dan penerima gagasan. Kata menjadi unsur pembentuk kalimat. Karena itu, kualitas pilihan kata akan sangat menentukan keefektifan kalimat. Dengan kalimat yang efektif itu, gagasan yang diungkapkan penutur atau penulis sama dengan gagasan yang diterima oleh pendengar atau pembaca. Untuk memilih kata, dua kaidah dapat dipakai pegangan, yakni kaidah ketepatan dan kaidah kecocokan. Kaidah ketepatan di ukur dari kemampuan kata sebagai alat pengungkap dan penerima gagasan. Sedangkan kaidah kecocokan diukur dari kesesuaian kata dalam konteks penggunaannya.
Seorang penulis dapat menguasai pilihan kata dan memahiri diri dalam memilih kata dengan membiasakan diri melakukan hal-hal berikut : (1) mencermati dan melatih menggunakan kata-kata yang bersinonim, (2) menggunakan kata-kata secara cermat, dan (3) membiasakan diri menggunakan kata-kata secara konsisten.
Dalam penggunaan kata-kata yang bersinonim ada beberapa makna kata yang digunakan seperti makna umum-khusus lebih intensif-kurang intensif, lebih emotif-kurang emotif, umum-teknis, dan leksikon baku-leksikon tidak baku.



Pengembangan Kalimat Efektif
Pengembangan kalimat efektif dapat dilakukan untuk menjadikan kalimat sebagai sarana pengungkap dan penangkap pesan agar komunikasi terjadi secara efektif. Untuk mengembangkan kalimat efektif, dua hal yang perlu diperhatikan yakni persyaratan kalimat efektif dan kiat pengembangan kalimat efektif.
Terdapat dua persyaratan kalimat efektif, yakni persyaratan kebenaran yang bertolak ukur pada kebenaran kaidah bahasa dan persyaratan kecocokan yang bertolak ukur pada kecocokan atau kekompakan kalimat konteks, baik konteks kebahasaan maupun kontreks non-kebahasaan.

Kiat Penyusunan Kalimat Efektif
Kalimat efektif dapat dikembangkan dengan kiat-kiat khusus. Ada empat kiat yang dapat digunakan, yakni :
1. Kiat Pengulangan
Kiat pengulangan digunakan dengan menampilkan informasi penting dengan menampilkan ulang informasi itu baik dalam kalimat maupun dalam untaian kata.
2. Kiat Pengedepanan
Kiat pengedepanan digunakan untuk menonjolkan informasi dengan menempatkan unsur yang ditonjolkan itu di bagian depan kalimat.
3. Kiat Penyejajaran
Kiat penyejajaran digunakan untuk menampilkan unsur kalimat dalam posisi yang sejajar.
4. Kiat Pengaturan variasi kalimat
Kiat pengaturan variasi kalimat digunakan untuk menampilkan kalimat secara bervariasi, baik variasi struktur kalimat maupun variasi jenis kalimat.


PERANCANGAN KARANGAN
Perancangan karangan merupakan salah satu kegiatan dalam tahap prapenulisan. Dalam perancangan itu dilakukan tiga kegiatan yang berurutan, yakni penentuan topik, penentuan tujuan, dan penyusunan rencana karangan. Topik adalah hal pokok yang diungkapkan dalam karangan dalam penentuan topik karangan ada pertimbangan-pertimbangan yang perlu diperhatikan oleh seorang penulis, yakni : kemanfaatan, penarikan dan fisibilitas.
Penentuan tujuan penulisan sangat penting. Tujuan itu ada bermacam-macam seperti menjadikan pembaca ikut berpikir dan bernalar, membuat pembaca tahu tentang hal diberitakan, menjadikan pembaca beropini, menjadikan pembaca mengerti, membuat pembaca senang dan menghayati nilai-nilai yang dikemukakan dalam karangan. Penyusunan rencana karangan adalah penataan kerangka karangan secara sistematis.
Bagi penulis, kerangka karangan bermanfaat yakni memberitakan arah yang jelas, menghindari kerja ulang, memungkinkan masuknya materi baru, dan membuat kerja penulis menjadi fleksibel.
Kerangka karangan dapat dipilih menjadi dua bentuk, yakni kerangka topik dan kerangka kalimat. Pada kerangka topik bagian-bagian karangan diungkapkan dengan frase. Sedangkan pada kerangka kalimat bagian-bagian karangan diungkapkan dengan kalimat.