Kamis, 05 April 2012

tugas BAHASA INDONESIA 2# "Ibu Rumah Tangga dan Teknologi "

Kemarin saya berkesempatan bicara di event yang diadakan UKM Center UI. Dalam event ini, hadir para pengusaha UKM yang bisnisnya telah berjalan secara offline dan sangat tertarik untuk memperluas pasarnya lewat media online. Dari puluhan peserta yang hadir, setengahnya adalah para ibu rumah tangga yang berbisnis. Salah satu dari ibu yang hadir, saya prediksi usianya sudah di atas 45 tahun, tapi dia lah yang terakhir menghentikan saya seusai acara dan bertanya detail tentang website dan toko online. Keren sekali!
Sewaktu saya sharing tentang toko online saya Kutukutubuku.com di workshop wirausaha yang diadakan Majalah Femina, yang hadir juga semuanya perempuan yang sangat antusias untuk mulai berbisnis khususnya online. Mas Zacky, MC acara tersebut, berkata pada saya, “Sekarang lebih banyak perempuan ya mbak yang ingin berbisnis online!” Memang benar! Semakin banyak perempuan yang berminat terjun ke bisnis online. Mungkin karena modal relatif kecil, awalnya bisa dilakukan sambil mengasuh anak dan mengurus rumah tangga, bisnis berpotensi besar untuk maju serta mendapat profit besar dan… simply karena wanita adalah jagonya multitasking!

Ada yang bilang, halangan utama mereka dalam berbisnis online adalah karena gaptek alias gagap teknologi. Saya rasa ketidaktahuan akan teknologi itu bisa diatasi. Saya sarankan untuk membeli netbook yang powerful seperti Acer Aspire One, membeli modem untuk mobile internet, dan Anda bisa mulai latihan. Banyak orang yang mengaku nggak bisa menggunakan aplikasi di internet karena takut mencoba. Wah, mindset ini dulu yang harus dihapus. Be fearless! Kan, kita pasti akan bisa, jika terbiasa :)
Selain masalah penghasilan, dengan melek teknologi, ibu rumah tangga bisa mendapatkan banyak informasi melalui internet, untuk kebutuhan rumah tangga maupun urusan anak. Mulai dari resep makan siang, sekolah terbaik untuk anak, dokter yang recommended, artikel psikologi dan perkembangan anak, dan masih banyak lagi informasi yang bisa mencerdaskan ibu, yang otomatis mentransfer pengetahuan itu ke anak. Bukankah masa depan kita semua tergantung pada generasi muda yang sekarang sedang diasuh penuh kasih sayang oleh para ibu?
Jika Anda ibu rumah tangga dan ingin mulai berkarya, berikut beberapa tips dari saya:
  • Minta dukungan pasangan dan orang-orang terdekat Anda
  • Tentukan passion dan potensi diri Anda
  • Banyak membaca buku dan mencari informasi terkait
  • Mulailah mencoba ‘berenang’ di dunia internet
  • Pertahankan semangat belajar dengan sharing di community seperti BundaInBiz atau Tangan di Atas
  • Start NOW

Jumat, 16 Maret 2012

tulisan ke-2"bahasa indonesia 2#" tentang oracle

Keuntungan dari Statement COMMIT dan ROLLBACK
Ada 2 statement DCL yang penting yaitu COMMIT dan ROLLBACK, selain dari itu ada
SAVEPOINT. Perintah COMMIT menandai perubahan secara permanen pada data. Sedangkan
ROLLBACK mengembalikan keadaan sesuai dengan titik (keadaan) yang ditandai dengan
SAVEPOINT, atau jika ROLLBACK tidak diberi parameter maka keadaan akan dikembalikan pada
titik perubahan yang terakhir.
Dengan menggunakan COMMIT dan ROLLBACK maka :
· Dapat dipastikan konsistensi data
· Dapat ditampilkan perubahan data sebelum membuat perubahan tersebut menjadi permanen.
· Dapat dilakukan pengelompokan secara logika operasi-operasi yang berelasi

Pemrosesan Transaksi secara Implisit
Transaksi akan diproses secara implicit atau dilakukan operasi COMMIT secara otomatis, untuk
keadaan berikut :
· Setelah Statement DDL diberikan
· Setelah Statement DCL diberikan
· Proses exit secara normal dari SQL*PLUS.
Sedangkan perintah ROLLBACK secara otomatis akan dijalankan jika terjadi kondisi yang abnormal
atau terjadi system failure.

Status Data sebelum COMMIT atau ROLLBACK
Status data sebelum COMMIT atau ROLLBACK :
· Current user dapat menampilkan hasil dari operasi DML melalui statement SELECT
· Sedangkan user yang lain tidak dapat menampilkan hasil dari operasi DML
· Baris yang berpengaruh akibat dari perintah DML akan di-locked, sehingga user lain tidak
dapat melakukan perubahan terhadap baris tersebut.

tulisan 1 "bahasa indonesia 2#" Galaksi, Rasi dan Tata Surya

Galaksi, Rasi dan Tata Surya
1. Galaksi adalah kumpulan raksasa yang terdiri dari bintang, gas, dan debu, ketiganya saling mengikat karena adanya gaya gravitasi. Manusia hidup di galaksi Bimasakti yang memiliki sekitar 200 milyar bintang bintang, dan matahari merupakan salah satu dari bintang bintang tersebut.
2. Kelompok bintang dalam galaksi yang sama membentuk susunan tertentu disebut rasi.
3. Sistem Tata Surya merupakan kumpulan bintang, planet dan benda~benda langit yang lain sehingga membentuk susunan tertentu. Misalnya, tata surya kita terdiri dari matahari; sembilan planet: Merkurius, 7 Venus, Burni, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Pluto; dan terdapat sabuk asteroid antara planet Mars dan Yupiter.
Bumi dan bulan dalam Tata Surya
1. Dalam tata surya kita, semua planet mengelilingi matahari yang disebut revolusi. Planet juga berputar pada porosnya yang disebut rotasi. Setiap planet memiliki waktu revolusi dan rotasi yang.berbeda beda. Bumi kita berevolusi selama 365 ¼ hari (satu tahun) dan berotasi selama 24 jam (satu hari).Revolusi Bumi menyebabkan terjadinya perubahan musim dan rotasi Bumi menyebabkan terjadinya siang dan malam.
2. Bulan juga berotasi dan berevolusi, tetapi revolusi bulan terhadap Bumi bukan terhadap matahari. Karena waktu revolusi dan rotasi bulan sama, yaitu sekitar 29,5 hari, akibatnya permukaan bulan yang menghadap Bumi selalu tetap.
3. Gerhana matahari terjadi bila matahari, bulan dan bumi tersusun dalam.satu garis lurus. Gerhana bulan terjadi bila matahari, bumi dan bulan tersusun dalam satu garis lurus.
Penerbangan Angkasa Luar
4. Satelit buatan membantu manusia dalam mengumpulkan informasi-informasi ruang angkasa. Untuk menempatkan satelit pada orbitnya digunakan roket atau pesawat ulangalik.
5. Satelit Palapa milik Indonesia, termasuk jenis satelit komunikasi yang berfungsi antara lain memperluas transmisi siaran radio dan televisi
Bumi Kita
1. Lapisan dalam Bumi meliputi: inti dalam (padat dan panas), inti luar (cair dan panas), mantel (seperti aspal panas) dan kulit bumi (tempat manusia hidup).
2. Tiga bentuk dasar daratan: dataran rendah, dataran tinggi dan pegunungan.
3. Batuan adalah zat padat yang tersusun dari satu atau lebih mineral. Berdasar proses terbentuknya batuan dibedakan menjadi batuan beku, batuan sedimen dan batuan malihan (metamorf)
4. Pelapukan batuan adalah hancurnya batuan menjadi bagian bagian yang lebih kecil akibat proses alam. Hasil pelapukan dapat terbawa jauh dari tempat asalnya. Proses ini disebut pengikisan. Penyebab pengikisan antara lain: air, angin, gletser dan gravitasi.
5. Batuan dimanfaatkan di berbagai bidang, antara lain: industri, teknologi, elektronik, bahan bangunan, perabot rumah tangga, kedokteran, kecantikan dan perhiasan.
6. Batuan mengalami perubahan bentuk secara terus menerus, hingga kembali ke bentuk semula. Proses ini disebut siklus batuan.

Senin, 12 Maret 2012

Tugas 1 Bahasa Indonesia 2# " Menulis Sebagai Proses Berfikir"

Pengertian Menulis
Menulis dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan penyampaian pesan (komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya. Dalam komunikasi tulis terdapat empat unsur yang terlibat yaitu : (1) Penulis sebagai penyampai pesan, (2) Pesan atau isi tulisan, (3) Saluran atau media berupa tulisan, dan (4) Pembaca sebagai penerima pesan.
Menulis memiliki banyak manfaat yang dapat dipetik dalam kehidupan ini diantaranya adalah :
1. peningkatan kecerdasan,
2. pengembangan daya inisiatif dan kreatifitas,
3. penumbuhan keberanian, dan
4. pendorongan kemauan dan kemampuan mengumpulkan informasi.
Menurut Graves (1978), seseorang enggan menulis karena tidak tahu untuk apa dia menulis, merasa tidak berbakat menulis, dan merasa tidak tahu bagaimana harus menulis.
Smith (1981) mengatakan bahwa pengalaman belajar menulis yang dialami siswa di sekolah tidak terlepas dari kondisi gurunya sendiri. Umumnya guru tidak dipersiapkan untuk terampil menulis dan mengajarkannya. Karena itu, untuk menutupi keadaan yang sesuangguhnya muncullah berbagai mitos atau pendapat yang keliru tentang menulis dan pembelajarannya. Diantara mitos tersebut adalah :

1. Menulis itu mudah
Teori menulis atau mengarang, memang mudah. Gampang dihafal. Tetapi, menulis atau mengarang bukanlah sekedar teori, melainkan keterampilan. Bahkan, ada seni atau art di dalamnya. Teori hanyalah alat untuk mempercepat pemilikan kemampuan seseorang dalam mengarang. Seseorang tanpa dilibatkan langsung dalam kegiatan dan latihan menulis, tidak akan pernah mampu menulis dengan baik.

2. Kemampuan menggunakan unsur mekanik tulisan inti dari menulis
Seseorang perlu memiliki keterampilan mekanik seperti penggunaan ejaan, pemilihann kata, pengkalimatan, pengalineaan, dan pewacanaan dalam mengarang. Namuan, kemampuan mekanik saja tidak cukup, karangan harus mengandung ide, gagasan, perasaan, atau informasi yang akan diungkapkan penulis kepada orang lain.

3. Menulis itu harus sekali jadi
Tidak banyak orang yang dapat menulis sekali jadi. Bahkan, penulis profesional sekalipun. Menulis merupakan sebuah proses. Proses yang melibatkan tahap prapenulisan, penulisan, serta penyuntingan, perbaikan, dan penyempurnaan.

4. Orang yang tidak menyukai dan tidak pernah menulis dapat mengajarkan menulis
Seseorang yang tidak menyukai dan tidak pernah menulis tidak akan mungkin dapat mengajarkan seseorang menulis. Seseorang yang akan mengajarkan menulis harus dapat menunjukkan kepada muridnya manfaat dan nikmatnya menulis. Dia pun harus dapat mendemonstrasikan apa dan bagaimana mengarang.


Hubungan Menulis dengan Keterampilan Berbahasa yang lain

1. Hubungan Menulis dengan Membaca
Membaca dan menulis merupakan suatu kegiatan yang menjadikan penulis sebagai pembaca dan pembca sebagai penulis. Seseorang akan mempu menulis setelah membaca karya orang lain atau secara tidak langsung akan membaca karangannya sendiri. Ketika seseorang membaca karangan orang lain ia akan berperan juga seperti penulis, ia akan menemukan topik dan tujuan, gagasan, serta mengorganisasikan bacaan dari karangan yang dibaca.

2. Hubungan Menulis dengan Menyimak
Seseorang akan dapat menulis setelah mendapat inspirasi, ide, gagasan dengan menyimak dari berbagai sumber tak tercetak seperti radio, televisi, ceramah, pidato, wawancara, diskusi, dan obrolan.

3. Hubungan Menulis dengan Berbicara
Menulis dan berbicara keduanya merupakan keterampilan berbahasa yang bersifat aktif produktif, artinya penulis dan pembicara berperan sebagai penyampai atau pengirim pesan kepada pihak lain. Pesan yang disampaikan melalui media tulisan dapat diperoleh dari hasil berbicara. Dan sebaliknya seseorang berbicara dapat mengambil konsep atau informasi dari hasil tulisan sendiri atau orang lain.

Ragam Wacana
Karangan dapat disajikan kedalam lima bentuk atau ragam wacana, yaitu : deskripsi, narasi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi.

1. Deskripsi
Deskripsi adalah ragam wacana yang melukiskan atau menggambarkan suatu berdasarkan kesan-kesan dari pengamatan, pengalaman, dan perasaan penulisnya. Sasarannya adalah untuk menciptakan imajinasi pembaca sehingga dia seolah-olah melihat, mengalami, dan merasakan sendiri apa yang dilihatnya.

2. Narasi
Narasi adalah ragam wacana yang menceritakan proses kejadian suatu peristiwa. Sasarannya adalah memberikan gambaran yang sejelas-jelasnya kepada pembaca mengenai fase, langkah, urutan, atau rangkaian terjadinya suatu hal.

3. Eksposisi
Eksposisi adalah ragam wacana yang dimaksudkan untuk menerangkan , menyampaikan, atau menguraikan sesuatu hal yang dapat memperluas atau menambah pengetahuan dan pandangan pembacanya. Sasarannya adalah untuk menginformasikan sesuatu tanpa ada maksud mempengaruhi pikiran dan perasaan pembacanya.

4. Argumentasi
Argumentasi adalah ragam wacana yang dimaksudkan untuk meyakinkan pembaca mengenai kebenaran yang disampaikan dengan menyajikan secara logis, kritis, dan sistematis bukti-bukti yang dapat memperkuat keobjektifan dan kebenaran yang disampaikan oleh penulis.

5. Persuasi
Persuasi adalah ragam wacana yang ditujukan untuk mempengaruhi sikap dan pendapat pembaca mengenai sesuatu yang disampaikan. Dalam karangan ini bukti atau fakta yang digunakan hanya seperlunya saja yang bertujuan untuk mengajak atau mempengaruhi pembaca.

Menulis sebagai Proses
Dalam pembelajaran menulis terdapat beberapa pendekatan yang sering digunakan antara lain :
1. Pendekatan frekuensi menyatakan bahwa banyaknya latihan mengarang akan membantu meningkatkan keterampilan menulis seseorang
2. Pendekatan gramatikal menyatakan bahwa pengetahuan seseorang mengenai struktur bahasa akan mempercepat kemahiran dalam menulis
3. Pendekatan koreksi menyatakan bahwa seseorang dapat menjadi penulis yang baik apabila banyak mendapat masukan dari orang lain.
4. Pendekatan formal menyatakan bahwa keterampilan menulis akan diperoleh bila pengetahuan bahasa, pengalineaan, pewacanaan serta aturan menulis dikuasai dengan baik.

Menulis dikatakan sebagai proses karena menulis merupakan serangkaian aktivitas yang terjadi dan melibatkan tahap-tahap yaitu :
1. Tahap Prapenulisan merupakan fase persiapan menulisseperti menentukan topik dan tujuan karangan, mengumpulkan informasi serta membuat kerangka karangan.
2. Penulisan merupakan tahapa untuk mengembangkan ide atau informasi yang diperoleh pada tahap prapenulisan
3. Pascapenulisan merupakan tahap penghalusan dan penyempurnaan buram yang kita hasilkan


PENALARAN
Penalaran adalah suatu proses berpikir yang sistematis dan logis untuk memperoleh sebuah kesimpulan. Secara umum penalaran dapat dibedakan menjadi dua yaitu penalaran induktif dan penalaran deduktif.
Penalaran induktif adalah suatu proses berpikir yang bertolak dari hal-hal yang khusus menuju ke hal yang umum, maksudnya suatu proses yang dimulai dengan kalimat-kalimat penjeklas yang kemudian sampai pada sebuah kesimpulan yang sekaligus merupakan pikiran utama dari penjelasan-penjelasan tersebut.
Penalaran deduktif adalah suatu proses berpikir yang bertolak dari suatu yang umum menuju hal-hal yang khusus artinya dimulai dari pokok-pikiran utama kemudian dilanjutkan oleh kalimat-kalimat penjelas.
Penalaran deduktif menggunakan silogisme dan entimen sebagai alat penalarannya, sedangkan penalaran induktif menggunakan generalisasi, analogi dan hubungan kausal.
Dalam penalaran ada yang disebut salah nalar. Salah nalar artinya kekeliruan atau ketiadahubungan antara peristiwa, kasus atau alasan dengan kesimpulannya. Hal ini disebabkan karena kekurangcermatan, kecerobohan, ketidaktahuan atau sikap emosional. Dengan demikian salah nalar disebabkan oleh generalisasi yang terlalu luas, kerancuan analogi, kesalahan kausalitas, kesalahan relevansi dan kesalahan karena menyadarkan pendapat ataua alasan mengenai suatu masalah terhadap seorang tokoh di luar keahliannya.




KALIMAT EFEKTIF
Pilihan Kata
Kata adalah satuan bebas terkecil sebagai pengungkap dan penerima gagasan. Kata menjadi unsur pembentuk kalimat. Karena itu, kualitas pilihan kata akan sangat menentukan keefektifan kalimat. Dengan kalimat yang efektif itu, gagasan yang diungkapkan penutur atau penulis sama dengan gagasan yang diterima oleh pendengar atau pembaca. Untuk memilih kata, dua kaidah dapat dipakai pegangan, yakni kaidah ketepatan dan kaidah kecocokan. Kaidah ketepatan di ukur dari kemampuan kata sebagai alat pengungkap dan penerima gagasan. Sedangkan kaidah kecocokan diukur dari kesesuaian kata dalam konteks penggunaannya.
Seorang penulis dapat menguasai pilihan kata dan memahiri diri dalam memilih kata dengan membiasakan diri melakukan hal-hal berikut : (1) mencermati dan melatih menggunakan kata-kata yang bersinonim, (2) menggunakan kata-kata secara cermat, dan (3) membiasakan diri menggunakan kata-kata secara konsisten.
Dalam penggunaan kata-kata yang bersinonim ada beberapa makna kata yang digunakan seperti makna umum-khusus lebih intensif-kurang intensif, lebih emotif-kurang emotif, umum-teknis, dan leksikon baku-leksikon tidak baku.



Pengembangan Kalimat Efektif
Pengembangan kalimat efektif dapat dilakukan untuk menjadikan kalimat sebagai sarana pengungkap dan penangkap pesan agar komunikasi terjadi secara efektif. Untuk mengembangkan kalimat efektif, dua hal yang perlu diperhatikan yakni persyaratan kalimat efektif dan kiat pengembangan kalimat efektif.
Terdapat dua persyaratan kalimat efektif, yakni persyaratan kebenaran yang bertolak ukur pada kebenaran kaidah bahasa dan persyaratan kecocokan yang bertolak ukur pada kecocokan atau kekompakan kalimat konteks, baik konteks kebahasaan maupun kontreks non-kebahasaan.

Kiat Penyusunan Kalimat Efektif
Kalimat efektif dapat dikembangkan dengan kiat-kiat khusus. Ada empat kiat yang dapat digunakan, yakni :
1. Kiat Pengulangan
Kiat pengulangan digunakan dengan menampilkan informasi penting dengan menampilkan ulang informasi itu baik dalam kalimat maupun dalam untaian kata.
2. Kiat Pengedepanan
Kiat pengedepanan digunakan untuk menonjolkan informasi dengan menempatkan unsur yang ditonjolkan itu di bagian depan kalimat.
3. Kiat Penyejajaran
Kiat penyejajaran digunakan untuk menampilkan unsur kalimat dalam posisi yang sejajar.
4. Kiat Pengaturan variasi kalimat
Kiat pengaturan variasi kalimat digunakan untuk menampilkan kalimat secara bervariasi, baik variasi struktur kalimat maupun variasi jenis kalimat.


PERANCANGAN KARANGAN
Perancangan karangan merupakan salah satu kegiatan dalam tahap prapenulisan. Dalam perancangan itu dilakukan tiga kegiatan yang berurutan, yakni penentuan topik, penentuan tujuan, dan penyusunan rencana karangan. Topik adalah hal pokok yang diungkapkan dalam karangan dalam penentuan topik karangan ada pertimbangan-pertimbangan yang perlu diperhatikan oleh seorang penulis, yakni : kemanfaatan, penarikan dan fisibilitas.
Penentuan tujuan penulisan sangat penting. Tujuan itu ada bermacam-macam seperti menjadikan pembaca ikut berpikir dan bernalar, membuat pembaca tahu tentang hal diberitakan, menjadikan pembaca beropini, menjadikan pembaca mengerti, membuat pembaca senang dan menghayati nilai-nilai yang dikemukakan dalam karangan. Penyusunan rencana karangan adalah penataan kerangka karangan secara sistematis.
Bagi penulis, kerangka karangan bermanfaat yakni memberitakan arah yang jelas, menghindari kerja ulang, memungkinkan masuknya materi baru, dan membuat kerja penulis menjadi fleksibel.
Kerangka karangan dapat dipilih menjadi dua bentuk, yakni kerangka topik dan kerangka kalimat. Pada kerangka topik bagian-bagian karangan diungkapkan dengan frase. Sedangkan pada kerangka kalimat bagian-bagian karangan diungkapkan dengan kalimat.

Senin, 02 Januari 2012

sejarah kota bogor

BOGOR – Kota Bogor mempunyai sejarah yang panjang dalam Pemerintahan,mengingat sejak zaman Kerajaan Pajajaran sesuai dengan bukti-bukti yang ada seperti dari Prasasti Batu Tulis, nama-nama kampung seperti dikenal dengan nama Lawanggintung, Lawang Saketeng, Jerokuta, Baranangsiang dan Leuwi Sipatahunan diyakini bahwa Pakuan sebagai Ibukota Pajajaran terletak di Kota Bogor.

Pakuan sebagai pusat Pemerintahan Pajajaran terkenal pada pemerintahan Prabu Siliwangi (Sri Baginda Maharaja) yang penobatanya tepat pada tanggal 3 Juni 1482, yang selanjutnya hari tersebut dijadikan hari jadi Bogor, karena sejak tahun 1973 telah ditetapkan oleh DPRD Kabupaten dan Kota Bogor sebagai hari jadi Bogor dan selalu diperingati setiap tahunnya sampai sekarang.
Sebagai akibat penyerbuan tentara Banten ke Pakuan Pajajaran catatan mengenai Kota Pakuan tersebut hilang, baru terungkap kembali setelah datangnya rombongan ekspidisi orang-orang Belanda yang dipimpin oleh Scipio dan Riebeck pada tahun 1687, dan mereka meneliti Prasasti Batutulis dan situs-situs lainya yang meyakini bahwa di Bogorlah terletak pusat Pemerintahan Pakuan Pajajaran.
Pada tahun 1745 Gubernur Jendral Hindia Belanda pada waktu itu bernama Baron Van Inhoff membangun Istana Bogor, seiring dengan pembangunan jalan Raya Daendless yang menghubungkan Batavia dengan Bogor, sehingga keadaan Bogor mulai bekembang.
Pada masa pendudukan Inggris yang menjadi Gubernur Jendralnya adalah Thomas Rafless, beliau cukup berjasa dalam mengembangkan Kota Bogor, dimana Istana Bogor direnovasi dan sebagian tanahnya dijadikan Kebun Raya (Botanical Garden), beliau juga memperkejakan seorang Planner yang bernama Carsens yang menata Bogor sebagai tempat peristirahatan yang dikenal dengan Boeitenzorg.
Setelah Pemerintahan kembali kepada Hindia Belanda pada tahun 1903, terbit Undang-undang Desentralisasi yang bertujuan menghapus sistem pemerintahan tradisional diganti dengan sistem administrasi pemerintahan modern sebagai realisasinya dibentuk Staadsgemeente diantaranya adalah:
1. Gemeente Batavia ( S. 1903 No.204 )
2. Gemeente Meester Cornelis ( S. 1905 No.206 )
3. Gemeente Boeitenzorg ( S. 1905 No.208 )
4. Gemeente Bandoeng ( S. 1906 No.121 )
5. Gemeente Cirebon ( S. 1905 No.122 )
6. Gemeente Soekabumi ( S. 1914 No.310 )
(Regeringsalmanak Voor Nederlandsh Indie 1928 : 746-748)
Pembentukan Gemeente tersebut bukan untuk kepentingan penduduk Pribumi tetapi untuk kepentingan orang-orang Belanda dan masyarakat Golongan Eropa dan yang dipersamakan (yang menjadi Burgermeester dari Staatsgemeente Boeitenzorg selalu orang-orang Belanda dan baru tahun 1940 diduduki oleh orang Bumiputra yaitu Mr. Soebroto).
Pada tahun 1922 sebagai akibat dari ketidakpuasan terhadap peran desentralisasiyang ada maka terbentuklah Bestuursher Voorings Ordonantie atau Undang-undang perubahan tata Pemerintahan Negeri Hindia Belanda (Staatsblad 1922 No. 216), sehinga pada tahun 1992 terbentuklah Regentschaps Ordonantie (Ordonantie Kabupaten) yang membuat ketentuan-ketentuan daerah Otonomi Kabupaten (Staatsblad 1925 No. 79).
Propinsi Jawa Barat dibentuk pada tahun 1925 (Staatsblad 1924 No. 378 bij Propince West Java) yang terdiri dari 5 keresidenan, 18 Kabupaten (Regentscape) dan Kotapraja (Staads Gemeente), dimana Boeitenzorg (Bogor) salah satu Staads Gemeente di Propinsi Jawa Barat di bentuk berdasarkan (Staatsblad 1905 No. 208 jo. Staatsblad 1926 No. 368), dengan pripsip Desentralisasi Modern, dimana kedudukan Bugermeester menjadi jelas.
Pada masa pendudukan Jepang kedudukan pemerintahan di Kota Bogor menjadi lemah karena pemerintahan dipusatkan pada tingkat keresidenan yang berkedudukan di Kota Bogor, pada masa ini nama-nama lembaga pemerintahan berubah namanya yaitu: Keresidenan menjadi Syoeoe, Kabupaten/Regenschaps menjadi ken, Kota/Staads Gemeente menjadi Si, Kewedanaan menjadi/Distrik menjadi Gun, Kecamatan/Under Districk menjadi Soe dan desa menjadi Koe.
Pada masa setelah kemerdekaan, yaitu setelah pengakuan kedaulatan RI Pemerintahan di Kota Bogor namanya menjadi Kota Besar Bogor yang dibentuk berdasarakan Udang-undang Nomor 16 Tahun 1950.
Selanjutnya pada tahun 1957 nama pemerintahan berubah menjadi Kota Praja Bogor, sesuai dengan Undang-undang Nomor. 1 Tahun 1957, kemudian dengan Undang-undang Nomor 18 tahun 1965 dan Undang-undang No. 5 Tahun 1974 berubah kembali menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Bogor.
Dengan diberlakukanya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999, Kotamadya Daerah Tingkat II Bogor dirubah menjadi Kota Bogor.

BERKAH DAN KUTUKAN....

Di dekat perbatasan utara Tiongkok hidup seorang lelaki yang telah lama berlatih Tao. Dia memiliki seekor kuda yang tanpa alasan pergi ke daerah suku utara. Semua orang menaruh simpati kepadanya.
“Mungkin ini akan berubah menjadi berkah”, kata ayahnya.
Beberapa bulan kemudian, kuda tersebut kembali, bersama seekor kuda bagus dari utara. Semua orang mengucapkan selamat kepadanya.

“Mungkin ini akan berubah menjadi suatu ketidak beruntungan”, kata ayahnya.
Sejak dia sering sakit dan memiliki kuda yang bagus, anaknya menjadi sangat senang menunggang kuda dan secara tidak sengaja jatuh dari kuda yang menyebabkan anaknya patah tulang. Semua orang menaruh simpati kepadanya.
“Mungkin ini akan berubah menjadi sebuah keberuntungan”, kata ayahnya.
Satu tahun kemudian, suku utara memulai penyerangannya ke perbatasan. Semua lelaki yang sehat mengangkat senjata dan berperang melawan para penyerang, dan mengakibatkan sembilan dari sepuluh orang meninggal.
Anak lelaki ini tidak ikut berperang karena dia cacat, sehingga sang anak dan ayahnya selamat.

belajar dari kupu-kupu....

Di suatu pagi yang cerah, saya duduk menyendiri di sebuah taman yang dipenuhi berbagai macam tanaman bunga. Saya menghela nafas dalam-dalam sambil menikmati suasana sekitar yang hening. Tiba-tiba pandangan saya terhenti oleh keindahan seekor kupu-kupu yang sedang hinggap di sekuntum bunga. Kupu-kupu itu terlihat sangat elok rupawan dengan sayap yang warna-warni. Sungguh indah Tuhan menciptakan hewan kecil ini dengan kombinasi warna yang sangat serasi.

Kupu-kupu itu hinggap di setangkai kuntum bunga cukup lama untuk menghisap madunya, kemudian hinggap di kuntum bunga yang lain, begitu seterusnya. Terkadang datang kupu-kupu lain yang tak kalah cantiknya, seolah mereka bertutur sapa, kemudian berlomba menghisap sari bunga. Mereka terlihat riang menjalani hidupnya masing-masing.

Melihat kupu-kupu tadi, saya jadi teringat asal mula kupu-kupu yang indah tersebut. Bukankah dia yang kini terlihat elok rupawan dan memukau banyak mata, dulunya adalah seekor ulat yang untuk sebagian orang merasa jijik jika melihatnya. Bahkan ada sebagian wanita yang akan berteriak ketakutan bila melihat makhluk berbulu ini didekatnya. Kesannya mungkin takut, jijik, atau bahkan alergi. Tapi toh, setelah berubah rupa menjadi kupu-kupu yang cantik, siapa sih yang nggak suka melihatnya???

Ternyata setelah melihat sejarah hidupnya, kupu-kupu yang cantik itu telah melewati berbagai tahap kehidupan yang mengantarkannya pada sosok yang sekarang ini. Dulunya ia hanya seekor ulat yang buruk rupa, hidupnya merayap di dahan dan dedaunan, dan kalau tidak beruntung hidupnya berakhir dimakan burung atau serangga pemangsanya.

Setelah matang menjalani kehidupan sebagai ulat, ia pun mencari tempat yang aman dan berubah menjadi kepompong. Badannya terbujur kaku menggantung di dahan atau dedaunan. Ia tak peduli walau siang hari panas terik menyengatnya dan malam hari dingin menusuknya. Bahkan tak jarang hujan dan badai menerpanya. Ia tetap kokoh ditempatnya bersemedi untuk berubah menjadi diri yang baru, diri yang penuh pesona keindahan.

Beberapa waktu kemudian, akhirnya keluarlah ia dari kepompongnya menjadi diri yang sama sekali baru, indah memukau dengan sayap barunya dan tubuh yang cantik, jauh beda dari wujudnya semula. Dan kini ia telah memiliki keahlian baru, yakni bisa terbang! Lalu ia pun terbang berkelana mencari kuntum-kuntum bunga yang indah untuk menghisap sari bunga dan menebarkan telur-telur penerus kehidupannya.

Begitulah metamorfosis seekor kupu-kupu; dari telur ia menetas jadi ulat, dari ulat ia menempa diri dalam kepompong, dan dari kepompong lalu lahirlah kupu-kupu yang indah menawan. Tahap kehidupannya ia jalani dari generasi ke generasi tanpa ada satu tahap pun yang dapat ia lompati. Tak ada seekor kupu-kupu mana pun yang langsung menetas dari telur, melainkan keluar dari kepompongnya.

Demikianlah, kadang kita ingin menjadi kupu-kupu yang indah, tapi kita tidak mau jadi ulat yang buruk rupa, tidak sanggup menjalani kehidupan kepompong yang tak berdaya. Maunya langsung jadi sesuatu yang indah, memukau, mengagumkan dan jadi pusat perhatian banyak orang,langsung jadi kupu-kupu!

Perubahan Diri
Maka sahabat, kalau kita ingin jadi kupu-kupu yang cantik, sanggupkah kita menjalani metamorfosis kehidupan?? Metamorfosis itu sendiri bisa dimaknai sebagai perubahan yang dahsyat atau perubahan besar dalam sifat.

Untuk menjadi kupu-kupu yang cantik penuh pesona, sanggupkah kita menjalani ketertatihan sebagai ulat yang buruk rupa, kadang dihina dan dijelek-jelekkan? Di saat tak ada yang menghargai, mendukung atau menolong kita, tapi kita harus tetap melangkah dan terus melangkah karena kita yakin tujuan akhir perjalanan ini.

Kuatkah kita menghadapi berbagai tempaan dan cobaan, derita dan kesendirian dalam kepompong yang tak berdaya dan memintal benangnya sendiri? Bersabar dalam tempaan hidup, cobaan dan godaan, menjalani proses dengan sebaik-baiknya sebelum kita akhirnya lahir menjadi diri yang baru, diri kita yang sesungguhnya, diri yang indah dan menebarkan keindahan di mana pun kita berada.

Sahabat yang budiman, tiada sukses yang didapat dengan mudah. Semua perlu proses; semua butuh keuletan, kesabaran dan ketabahan dalam menjalani tahap-tahap sebelum sampai pada puncak kehidupan.

Tidak ada yang akan merubah diri dan keadaan kita melainkan diri kita sendiri. Dalam kitab suciNya Tuhan berfirman. "Sesungguhnya Alloh tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadan yang ada pada diri mereka sendiri."

Jangan lupa untuk berdoa, memohon petunjuk dan pertolongan pada Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Mengabulkan Permohonan hamba-Nya.

Mari kita jalani setiap tahap dan episode hidup ini dengan penuh kearifan, kita tekadkan untuk terus berubah menjadi lebih baik, sehingga akhirnya kita bisa bermetamorfosis menjadi pribadi yang sukses bagaikan kupu-kupu penghias taman. Menjadi teladan yang baik bagi umat manusia!