Senin, 13 Mei 2013

Penulisan : Jelaskan Bagaimana Etika instruksi pada proses pengeksekusian

Nama : Ning Sabar Mawarni

Kelas : 4ka23

Npm : 15109970

Penulisan : Jelaskan Bagaimana Etika instruksi pada proses pengeksekusian


Etika instruksi pada eksekusi pemrossesan
Berdasarkan konsep program tersimpan, program yang dieksekusi (kumpulan instruksi) di memori. Pemroses melakukan tugasnya dengan mengeksekusi instruksi di program.
Tahap pemrosesan instruksi ini berisi dua tahap, yaitu:
a.       Pemroses membaca instruksi dari memori (fetch)
b.      Pemroses mengeksekusi instruksi dari memori (execute)
Mode Eksekusi instruksi
Pemroses mempunyai beragam mode eksekusi, biasanya dikalikan dengan kewenangan yaitu:
o   Program bagian dari sistem operasi
o   Program pemakai
Instruksi-instruksi tertentu hanya dapat dieksekusi di mode berkewenangan tinggi. Instruksi-instruksi yang memerlukan kewenangan tinggi, misalnya:
o   Membaca atau memodifikasi register kendali (bit-bit register PSW)
o   Instruksi-instruksi primitif perangkat masukan/keluaran
o   Instruksi-instruksi untuk manajemen memori
o   Bagian memori tertentu hanya dapat diakses dalam mode kewenangan tinggi
Mode Pemakai dan Mode Sistem
Mode dengan kewenangan rendah disebut mode pemakai (user mode) karena program pemakai (aplikasi) biasa dieksekusi dalam mode ini.
Mode dengan kewenangan tinggi disebut:
o   Mode system (system mode), atau
o   Mode kendali (Control mode), atau
o   Mode supervisor (Supervisor mode), atau
o   Mode kernel (kernel mode).
Biasanya rutin sistem atau kendali atau kernel dieksekusi dengan mode ini.
Alasan adanya dua mode adalah untuk menjaga keamanan. Tabel sistem operasi, seperti tabel proses (PCB) harus dicegah dari intervensi program pemakai. Modifikasi table proses hanya dapat dilakukan di mode system . Program pemakai bermode pemakai takkan mampu mengubah table proses sehingga tidak merusak system. Pada mode kernel, perangkat lunak mempunyai kendali penuh terhadap pemroses, instruksi, register dan memori. Tingkat kendali ini tidak tersedia bagi program pemakai sehingga sistem operasi tidak dapat diintervensi program pemakai. Pencegahan ini menghindari kekacauan.
Pemroses mengetahui mode eksekusi dari bit di PSW. Terdapat bit di PSW yang menyatakan mode eksekusi. Bila program pemakai meminta layanan system operasi dengan mengambil system call, pemanggilan system call menyababkan trap. Sistem mengubah mode eksekusi menjadi mode kernel. Di mode kernel, system operasi memenuhi yang diminta program pemakai. Begitu selesai, sistem operasi segera mengubah mode menjadi mode pemakai dan mengembalikan kendali program pemakai.
Dengan dua mode dan teknik penjebakan (trap) diperoleh manfaat:
1.      Mencegah program pemakai mengacau table-tabel sistem operasi
2.      Mencegah program pemakai mengacau mekanisme pengendalian sistem operasi.
Sumber : http://seorangteknikinformatika.blogspot.com/2010/12/sistem-komputer.html

Penulisan : Jelaskan Bagaimana pemrossesan eksekusi instruksi???

Nama : Ning Sabar Mawarni

kelas : 4ka23

npm : 15109970

Penulisan :  Jelaskan Bagaimana pemrossesan eksekusi instruksi???

Proses jalannya program berdasarkan eksekusi instruksi

Saat instruksi dimasukkan ke processing-devices, pertama sekali diletakkan di MAA (melalui Input-storage), apabila berbentuk instruksi ditampung oleh Control Unit di Program-storage, namun apabila berbentuk data ditampung di Working-storage.
Jika register siap untuk menerima pengerjaan eksekusi, maka Control Unit akan mengambil instruksi dari Program-storage untuk ditampungkan ke Instruction Register, sedangkan alamat memori yang berisikan instruksi tersebut ditampung di Program Counter. Sedangkan data diambil oleh Control Unit dari Working-storage untuk ditampung di General-purpose register (dalam hal ini di Operand-register).
Jika instruksi pengerjaan yang dilakukan adalah arithmatika dan logika, maka ALU akan mengambil alih operasi untuk mengerjakan berdasar instruksi yang ditetapkan. Hasilnya ditampung di Akumulator. Apabila hasil pengolahan telah selesai, maka Control Unit akan mengambil hasil pengolahan di Accumulator untuk ditampung kembali ke Working-storage. Jika pengerjaan keseluruhan telah selesai, maka Control Unit akan menjemput hasil pengolahan dari Working-storage untuk ditampung ke Output-storage. Lalu selanjutnya dari Output-storage, hasil pengolahan akan ditampilkan keoutput-devices.
Sumber:  http://sadchalis15.wordpress.com/tag/proses-eksekusi-instruksi/

Sabtu, 04 Mei 2013

Rencana Pembentukan Usaha dengan Bentuk dan Tipe Usaha

Tugas Kelompok

1). Dikumpulkan minggu ke-3 :
membentuk kelompok untuk membuat rencana pembentukan
usaha dengan bentuk dan tipe usaha sesuai

Disusun Oleh :
1.      Ayu Nur Anggrainy                (12109229)
2.      Dewanti Wulandari                (12109190)
3.      Elga Inggrid Waruwu             (13109451)
4.      Martin Donovan                    (14109391)
5.      Nilla Akhmad Pratiwi            (14109493)
6.      Ning Sabar Mawarni             (15109970)
7.      Novia Pratiwi                         (16109964)
8.      Syahira Hadi                          (13109509)
9.      Youry Purnama                      (13109114.)
THE HOUSE OF PRINTING


Dalam rencana pembentukan suatu badan usaha ini, kelompok kami berencana untuk mendirikan usaha percetakan dengan nama “THE HOUSE OF PRINTING “didaerah bekasi . Alasan kami mengapa mendirikan usaha tersebut adalah usaha yang sangat menjanjikan hasilnya.
Yang didalamnya terdapat         : 1. Percetakan undangan.
                                                      2. Percetakan spanduk.
                                           3. Percetakan brosur.
                                           4. Percetakan kartu nama.
 

1. PEMBAHASAN

Untuk mengetahui peluang usaha/bisnisnya, kita harus melihat bagaimana produknya sendiri dibutuhkan, dan hal ini sangatlah mudah, karena kita hanya tinggal melihat ke sekitar tempat dimana kita duduk sekarang, atau mungkin melihat ke sekitar tempat kita berjalan, bekerja, serta berbagai aktifitas lainnya. Yuk, coba lihat pada sebagian dinding bagian dalam rumah, merupakan hal yang biasa bila di sana terpajang kalender tahunan, poster gambar artis kesayangan, poster bertuliskan kaligrafi, rumus matematika, bahkan mungkin juga wallpaper, dsb. Buku-buku bacaan yang terdapat di lemari/rak buku serta berbagai majalah yang terdapat di ruang tamu pun itu semua produk dari percetakan. Di saat seseorang mengetuk pintu, memberikan kartu undangan pernikahan, khitanan, atau di saat seorang kurir paket pengiriman barang menyerahkan kertas resi kiriman barang pun, itu semua merupakan produk dari bisnis percetakan. Saat bekerja serta beraktifitas di luar rumah pun, sudah menjadi pemandangan biasa bila kita melihat spanduk-spanduk kampanye terpampang di pinggir jalan, banner dan dus-dus berbagai kemasan berbagai produk yang bisa dilihat di pertokoan, nota belanja yang diberikan kasir, kop surat dan berbagai surat-surat lainnya seperti faktur atau surat jalan, brosur-brosur, katalog menu di rumah makan, dll. yang semuanya itu merupakan produk dari percetakan. Eh, bahkan jika saat ini kita memakai baju kaos yang ada tulisan serta gambarnya, maka kemungkinan besar tulisan dan gambar tersebut merupakan produk percetakan.
Wah, tidak mungkin untuk disebutkan satu persatu semua produk dari percetakan tersebut, yang jelas berbagai macam produk cetak dibutuhkan oleh hampir setiap orang di setiap harinya, dan karena alasan inilah maka saya katakan, “Peluang usaha percetakan cukup besar

Selasa, 30 April 2013

Anggaran atau Investasi anggaran atau investasi yang dibutuhkan untuk mendirikan dan menjalan usaha di bidang TIK



5). Dikumpulkan minggu ke-8 :
Membuat anggaran atau investasi yang dibutuhkan untuk mendirikan dan menjalan usaha di bidang TIK.


Di dalam menyusun anggaran perusahaan kita perlu memperhatikan aspek- aspek pokok sebagai berikut :



1.                  Organisasi anggaran.
Dalam organisasi anggaran ini, yang pertama-tama kita tanyakan adalah siapakan yang bertanggung jawab atas tersusunya anggaran ini. Karena yang bertanggung jawab atas tercapainya sasaran perusahaan adalah pucuk pimpinan, maka jelas penanggung jawab atas penyusunan anggaran ini adalah pucuk pimpinan itu sendiri.
Untuk melaksanakan tanggung jawab ini, maka biasanya pucuk pimpinan memebentuk suatu panitia anggaran, yang anggota-anggotanya terdiri atas pimpinan-pimpinan bidang pemasaran, produksi, personalia, keuangan, Litbang dan bendaharawan pada masing-masing bagian. Panitia anggaran ini diketuai oleh pucuk pimpinan itu sendiri. Sebagai koordinator atau pelaksana teknis anggaran ditunjuk seorang kepala anggaran.
2.                  Proses penyusunan anggaran.
Pada dasarnya proses penyusunan anggaran dibagi menjadi 3 tahap, sebagai berikut :
Ø  Tahap Perencanaan Jangka Panjang 
    Tahap ini dilakukan dengan kegiatan sebagai berikut :
a)      Peninjauan umum tentang perkembangan jenis usaha baik secara nasional maupun internasional.
b)      Analisis atas investasi perusahaan di masa lampau, posisi perusahaan dalam persaingan dan kemungkinan-kemungkinan perkembangannya.
c)      Penetapan sasaran dan kebijakan oleh Direktur Utama.
d)     Penyusunan Ikhtisar rencana operasi dan investasi dalam rangka mencapai sasaran.
e)      Peninjauan atas rencana operasi dan investasi
Ø  Tahap Penyusunan Anggaran Tahunan. 
    Tahap ini dilakukan dengan kegiatan sebagai berikut :
a)      Penyususunan rencana operasi untuk tahun yang akan datang, meliputi bidang penjualan, riset, biaya lain-lain oleh masing-masing bidang, dan disampaikan kepada bagian keuangan atau kepala anggaran.
b)      Penyusunan rencan keuangan untuk tahun yang akan datang, meliputi anggaran kas, anggaran investasi, dan rencana pembelanjaan jangka pendek dan jangka panjang. Penyusunan rencana ini dilakukan oleh bidang-bidang yang bersangkutan dan disampaikan kepada bagian keuangan atau kepala anggaran.
c)      Penterjemahan rencana ke dalam anggaran operasi dan keuangan oleh bagian keuangan dan kepala anggaran.
d)     Penyusunan anggaran operasi dan keuangan dalam format yang sama dengan format laporan kepada manajemen, oleh bagian keuangan atau kepala anggaran.
e)      Peninjauan atas anggaran operasi dan keuangan, ditinjau dari akibat-akibat keuangannya, oleh Dirut bersama bagian keuangan dan kepala anggaran.
f)       Perubahan atas rencana untuk mencapai hasil yang optimal, dilakukan oleh bagian keuangan dan kepala anggaran.
g)      Perubahan anggaran sesuai dengan perubahan rencana, dilakukan oleh bagian keuangan dan kepala anggaran.
h)      Pengesahan anggaran oleh Direktur Utama.

  •        Tahap Pengendalian Pelaksanaan Anggaran Tahunan. 

               Tahap ini dilakukan dengan kegiatan sebagai berikut :

a)      Penyususunan laporan berkala menunjukan perbandingan antara anggaran dan realisasinya,
b)      Penilaian dan penjelasan atas penyimpangan-penyimpangan yang terjadi.
c)      Melakukan tindakan koreksi atau revisi anggaran jika memang diperlukan.
Secara garis besar, proses penyusunan anggaran terbagi menjadi dua, yakni dari atas ke bawah (top-down) dan dari bawah ke atas (bottom-up).
o   Dari atas ke bawah (Top-down)
Merupakan proses penyusunan anggaran tanpa penentuan tujuan sebelumnya dan tidak berlandaskan teori yang jelas. Proses penyusunan anggaran dari atas ke bawah ini secara garis besar berupa pemberian sejumlah uang dari pihak atasan kepada parakaryawannya agar menggunakan uang yang diberikan tersebut untuk menjalankan sebuah program. Terdapat 5 metode penyusunan anggaran dari atas ke bawah:
       I.            Metode kemampuan (The affordable method) adalah metode dimana perusahaan menggunakan sejumlah uang yang ada untuk kegiatan operasional dan produksi tanpa mepertimbangkan efek pengeluaran tersebut.
    II.            Metode pembagian semena-mena (Arbitrary allocation method) merupakan proses pendistribusian anggaran yang tidak lebih baik dari metode sebelumnya. Metode ini tidak berdasar pada teori, tidak memiliki tujuan yang jelas, dan tidak membuat konsep pendistribusian anggaran dengan baik.
 III.            Metode persentase penjualan (Percentage of sales) menggambarkan efek yang terjadi antara kegiatan iklan dan promosi yang dilakukan dengan persentase peningkatan penjualan di lapangan. Metode ini mendasarkan pada dua hal, yaitu persentase penjualan dan sejumlah pengembalian yang diterima dari aktivitas periklanan dan promosi yang dilakukan.
 IV.            Melihat pesaing (Competitive parity) karena sebenarnya tidak ada perusahaan yang tidak mau tahu akan keadaan pesaingnya. Tiap perusahaan akan berusaha untuk melakukan promosi yang lebih baik dari para pesaingnya dengan tujuan untuk menguasai pangsa pasar.
    V.            Pengembalian investasi (Return of investment) merupakan pengembalian keuntungan yang diharapkan oleh perusahaan terkait dengan sejumlah uang yang telah dikeluarkan untuk iklan dan aktivitas promosi lainnya. Sesuai dengan arti katanya, investasi berarti penanaman modal dengan harapan akan adanya pengembalian modal suatu hari.
o   Dari bawah ke atas (Bottom-up)
Merupakan proses penyusunan anggaran berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dan anggaran ditentukan belakangan setelah tujuan selesai disusun. Proses penyusunan anggaran dari bawah ke atas merupakan komunikasi strategis antara tujuan dengan anggaran. Terdapat 3 metode dasar proses penyusunan anggaran dari bawah ke atas, yakni:
       I.            Metode tujuan dan tugas (Objective and task method) dengan menegaskan pada penentuan tujuan dan anggaran yang disusun secara beriringan. Terdapat 3 langkah yang ditempuh dalam langkah ini, yakni penentuan tujuan, penentuan strategi dan tugas yang harus dikerjakan, dan perkiraan anggaran yang dibutuhkan untuk mencapai tugas dan strategi tersebut.
    II.            Metode pengembalian berkala (Payout planning) menggunakan prinsip investasi dimana pengembalian modal diterima setelah waktu tertentu. Selama tahun pertama, perusahaan akan mengalami rugi dikarenakan biaya promosi dan iklan masih melebihi keuntungan yang diterima dari hasil penjualan. Pada tahun kedua, perusahaan akan mencapai titik impas (break even point) antara biaya promosi dengan keuntungan yang diterima. Setelah memasuki tahun ketiga, barulah perusahaan akan menerima keuntungan penjualan.  Strategi ini hasilnya dirasakan dalam jangka panjang.
 III.            Metode perhitungan kuantitatif (Quantitative models) menggunakan sistem perhitungan statistik dengan mengolah data yang dimasukkan dalam komputer dengan teknik analisis regresi berganda (multiple regression analysis). Metode ini jarang digunakan karena kompleks dalam pemakaiannya.

Rincian Anggaran ” THE HOUSE OF PRINTING”



 


SISTEM PENGGAJIAN DAN PROSES REKRUTMEN DARI " THE HOUSE OF PRINTING "



3). Dikumpulkan minggu ke-5 :
Membuat sistem penggajian dan proses rekrutmen


Sistem Penggajian dan Proses Rekruitment :
Sistem Penggajian
Menurut Jogiyanto (2005:169) sistem penggajian sangat bervariasi, antara lain:
1. Sistem penggajian tetap
Sistem penggajian tetap adalah dimana pegawai dalam sistem ini akan mendapatkan gaji yang besarnya relatif tetap, misalnya seorang pegawai lembur, pegawai tersebut tidak mendapat uang lembur dan sebaliknya apabila pegawaii tersebut absen atau tidak masuk maka gaji pegawai tersebut dikurangi. Komponen-komponen gaji tetap:
1) Gaji pokok
Gaji pokok adalah gaji yang dibayar sesuai dengan standard yang telah ditentukan oleh Departemen Tenaga Kerja.
2) Tunjangan
Tunjangan adalah imbalan yang diberikan atau disediakan oleh perusahaan baik berupa uang maupun berupa Natura (pendapatan) yang bersifat tidak tetap.
3) Lembur
Lembur adalah jam kerja melebihi 7 (tujuh) jam sehari atau melebihi 40 (empat puluh) jam dalam seminggu.
4) Potongan
Potongan adalah segala macam bentuk pengurangan-pengurangan dalam penggajian yang telah ditentukan oleh perusahaan.
2. Sistem penggajian variabel
Pada sistem penggajian ini pegawai mendapatkan operasional dengan persentasi.
3. Sistem penggajian tetap dan variabel
Pada sistem penggajian ini pegawai mendapat gaji tertentu, tetapi bila pegawai tersebut lembur atau melakukan prestasi tertentu akan mendapatkan uang tambahan, sebaliknya bila tidak masuk kerja atau terlambat masuk kerja maka gajinya akan di potong.
 Sistem penggajian berfungsi mencatat dan memproses data yang digunakan untuk membayar pegawai atas layanan atau prestasi yang telah diberikan. Mengingat pentingnya peranan sistem penggajian, maka didesain dengan baik agar dapat memberikan layanan yang mencukupi bagi pegawai serta dapat membantu memberikan dukungan informasi bagi pihak manajemen dalam pengambilan keputusan, khususnya yang menyangkut informasi dan data yang benar. Sistem informasi yang baik adalah sistem yang mampu menyediakan informasi secara cepat dan akurat termasuk sistem penggajian yang ada dalam sebuah perusahaan, yang biasanya rentan terhadap masalah. Kesalahan perhitungan atau keterlambatan pembayaran gaji merupakan contoh masalah yang sering dihadapi dalam sistem penggajian. Hal ini menyebabkan terjadinya redudansi data, proses perhitungan gaji tidak efektif, serta informasi mengalami kesulitan dalam penyajiannya.
Perusahaan B.O. merupakan suatu perusahaan yang bergerak dibidang usaha percetakan yang memiliki karyawan 30 orang, dan sistem perhitungan gaji yang ada menggunakan sistem perhitungan manual dari kartu absen karyawan yang diinput dengan bantuan program Microsoft Excel.
Proses Rekruitment :

Proses Rekruitment :
Syarat-syarat umum yang harus dipenuhi oleh setiap pelamar adalah :

a)      Warga Negara Indonesia
b)      Tidak pernah dihukum penjara/kurungan berdasarkan keputusan Pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena melakukan suatu tindak pidana kejahatan jabatan/tindak pidana lainnya yang ada hubungannya dengan jabatannya
c)     Tidak pernah terlibat dalam suatu gerakan yang menentang pancasila, UUD 1945, Negara, dan Pemerintah
d)       Mempunyai pendidikan, kecakapan/keahlian yang diperlukan
e)      Berkelakuan baik 
f)      Berbadan sehat, yang dinyatakan oleh Dokter yang ditunjuk olehPerusahaan Daerah

Setiap Pelamar harus menunjukkan surat lamaran yang ditulis dengan tulisan tangan sendiri kepada Direksi dengan disertai :

a)      Daftar riwayat hidup
b)  Menuliskan posisi pekerjaan yang diinginkan sesuai dengan lowongan yang telah ada.
c)      Salinan ijazah/surat tanda tamat belajar yang diperlukan
d)      Surat keterangan berkelakuan baik dari pejabat yang berwajib
e)     Surat keterangan kesehatan dari Dokter Pemerintah
f)      Surat pernyataan pelamar bahwa ia tidak pernah dihukum penjara/kurungan berdasarkan keputusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap, karena melakukan suatu tindakan pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan
g)        Pas photo menurut ukuran dan jumlah yang telah ditentukan 
h)        Salinan sah surat keputusan/keterangan tentang pengalaman kerja bagi pelamar yang telah mempunyai pengalaman kerja.
i)      Surat keterangan lainnya yang diperlukan
 

1.      Kasir :
·        Wanita berusia minimal 20 tahun
·        Pendidikan minimal SMA
·        Jujur
·        Mau bekerja keras

2.      Desain :
·        Pria/wanita berusia minimal 20 tahun
·        Pendidikan minimal D3 dalam bidang desain
·        Mempunyai imajinasi dan kreatifitas
·        Mampu bekerja dalam team

3.      Marketing / Pemasaran :
·        Pria berusia minimal 20 tahun
·        Pendidikan minimal lulusan minimal SMA
·        Mempunyai kendaraan bermotor atau roda dua dan SIM C
·        Gigih dalam bekerja
4.      Customer Service :
·        Wanita berusia maksimal 25 tahun
·        Pendidikan minimal D3
·        Mampu berkomunikasi dengan baik
·        Berpenampilan menarik
·        Memiliki kemampuan meguasai komputer
·        Mampu berbahasa Inggris

5.      Satpam :
·        Pria berusia maksimal 35 tahun
·        Pendidikan minimal SMA
·        Mempunyai sertifikat pelatihan satpam dari satu instansi tertentu dan terkait
·        Jujur dan bertanggung jawab
·        Bersedia bekerja dalam shift
·         

6.      OB :
·        Pria berusia maksimal 25 tahun
·        Pendidikan minimal SMP
·        Rajin, jujur, dan bertanggung jawab